//
you're reading...
mas Noklak

7 kecurangan saat lomba versi omdo spot

Lomba apapun yang ada di muka bumi hampir semuanya ada celah bagi peserta untuk melakukan kecurangan, lomba lari peserta gunakan steroid, lomba tinju menggigit telinga lawan, lomba mancing ikan, ikan sebelumnya diajak makan di warteg sampe wareg, bahkan lomba makan krupuk di tujuh belasan dicurangi dengan krupuk yang lebih kecil untuk anak ragil pak RT🙂

Demikian pula dengan lomba seni suara burung perkutut, celah untuk melakukan kecurangan sangat terbuka lebar, bahkan karena begitu lebarnya modus operandinya pun dilakukan secara gamblangnya, blak-blakan, dan dapat terlihat walau dengan mata tertutup🙂
Celah ini acapkali dimanfaatkan oleh pelomba / kungmania, juri, pengurus bahkan panitia dan semua semua demi gengsi, piala, pamor serta trah keturunan yang ujungnya harga jual hmmmmm….. lezato bingitno🙂

Berikut 7 (tujuh) model kecurangan yang kerap terjadi pada saat lomba seni suara burung perkutut versi OMDO SPOT

1. Kecurangan jenis jadul, lawas dan ga mutu banget
terjadi saat nilai perkutut mas Semprul (sebut saja begitu) sedang memimpin / menang di babak akhir. Modusnya si semprul atau team nya bergerak kesana kemari, belaga pilon dan berteriak keras sambil menginjak botol aqua, kriuuuuk…..burung2 terdiam, bengong…. dan semprul pun tersenyum manis.

2. Kecurangan kedua masih model lawas, kuno dan tetap gak mutu
Dilakukan saat yang sama seperti modus pertama, saat jagoan semprul sedang memimpin, namun kali ini kain kerodong sangkar yang dijadikan alutsista (alat utama sistem persenjataan) oleh semprul and his gank. Pura-pura kegerahan, pura2 membersihkan debu di kain krodong semprul mengibas-ngibaskan tu kain, dah gitu merah mencolok pula warna kainnya, weleeeeh weleeh….bak seorang matador…., semoga aja gak ada banteng laper nyasar di lapangan.

3. Kecurangan sedikit keren namun masih dalam tatanan lawas
Semprul biasanya lakukan model yang begini pada saat perkutut kesayangannya kurang bernyanyi / bunyi di awal-awal babak dan hanya untuk sekedar mencuri bendera / koncer tanda bunyi, 1 warna dan tak menutup kemungkinan untuk 2 warna hitam. Protap (prosedur tetap) nya adalah pada saat terjadi tensi teriakan kungmania lainnya begitu tinggi dan situasi juri sedang fokus ke burung lain serta tidak sedang dalam posisi mengarah ke tiang yang dihuni jagoan mas semprul, maka dengan gaya yang tak kalah bengis dan dengan wajah yang diseram-seramkan semprul berteriak seolah-olah jagoannya berbunyi “juriiiii……..aduuuuuuuuuhhhhhh…..”, “dah tiga kali tuuuuuh……aduuuuuuuh”
blesss bendera tertancap……., semprul kembali tersenyum di manis-manisken….
Nah yang model ini terang terus perkututdki terus terang saat kepepet🙂 pernah lakukan, tapi gak pake senyum di manis-manisken ala mas semprul🙂

4. Model kolaborasi, kecurangan yang ciamik tapi menimbulkan kegaduhan
Trik yang dilakukan dalam model ini biasanya terjadi atas kerjasama yang baik antara semprul dengan panitia lomba. SOP (standart operating procedure) yang dijalankan melalui pembagian nomor gantangan / kerekan.
Modusnya, panitia sudah menyiapkan nomor gantangan dengan posisi aman khusus untuk mas semprul, dan sialnya pada saat kungmania bersusah payah rame-rame berebut nomor, semprul santai di warung sambil nyruput kopi dan nyemil gorengan serta sekali-sekali merogoh tas selempang kecilnya untuk memastikan amplop nomor kerekan masih bersender manis di dalamnya.
Untuk hal ini, perkututDKI saat menjadi panitia lomba nasional di lapangan pangkostrad cilodong tahun 2003 mengusulkan dan melaksanakan kocok amplop, dengan protap, 1 jam sebelum palaksanaan lomba, sudah dimulai penukaran nomor gantangan, pada setiap kelas, dihadapan kungmania dilakukan penghitungan jumlah amplop dan pengocokan sebelum dibagikan dan ditukarkan peserta lomba.

5. Gaya titipan, model yang lebih keren dan silent operation
Modus titipan biasanya hanya berani dilakukan oleh semprul untuk sekedar mendapatkan piala, urutan 8 – 15 di kelas lomba lokal atau urutan 10 – 20 untuk lomba skala besar / nasional.
Dan biasanya juga perkutut yang di lombakan semprul hanya mentok di 2 warna plus sajah, tapiiiii nah ini yang menyenangkan semprul, itu perkutut sudah ada calom pembeli pemula yang lagi getol-getolnya ngumpulin piala.
Silent operationnya sangkar lomba si mas semprul memiliki ciri khas atau dengan cara sms no gantangan, atauuuuu mas semprul tampil bak selebritis mendekat tali pembatas di lapangan dan teriak sekeras-kerasnya menyebut nomor gantangan yang ditempati perkutut calon rupiah itu.
Setelah pengumuman kejuaraan, biasanya dengan gagah mas semprul telpon ke calon pembeli / pasien nya, beri kabar kalau babak ke sekian kurang bunyi, “harusnya 3 warna tu bos”, “oke oke nanti ta transfer ya prul” wkwkwkwkw
padahal si perkutut itu sendiri walau gacor owor-owor sempatkan liat ke bawah, benderanya 4 babak penuh hanya 2 warna item mentog tog ……🙂

6. Gaya persimpangan, modus modern untuk pemburu lima besar
Kecurangan pun berkembang pesat untuk menyiasati “trend” suara perkutut yang di usia 5 – 7 bulan begitu indahnya, lepas 7 bulan amburadul.
celah kecurangan
Model ini dilakukan mas semprul jika perkutut jawaranya yang sudah masuk ke dalam 15 besar liga tiba-tiba suara emasnya hilang entah kemana dan serta merta menjadi macan ompong.
Modus ini memiliki protap memilih nomor gantangan di tengah persis di persimpangan / perempatan antar blok, dimana posisi kerekan ini sangat sulit bagi kungmania lainnya untuk mendengar suara macan ompongnya mas semprul.
intinya dengan tiba-tiba bendera 3 warna muncul di tengah-tengah lapangan lomba, tetapi biasanya bendera ini muncul setelah ada perkutut lainnya meperoleh nilai yang tinggi.
Untuk model begini cara mengatasinya perkututdki pernah melaksanakan lomba tanpa teriak di jakarta periode 2007 – 2009, namun apa daya segenap kungmania yang terhormat menolak, sebab merasa sudah membayar untuk teriak, untuk bersenang-senang.
Padahal dengan tanpa teriak, beberapa gaya kecurangan ala mas semprul bisa di atasi dengan mudah.

7. Gaya tingkat tinggi
Naaah gaya ini sangat modern dan skala tingkat tinggi, serta membutuhkan timing yang pas untuk melakukannya. Dan lagi-lagi karena “trend” suara perkutut yang bunyi sekali-sekali istimewa dengan interval / antar anggung yang cukup lama.
Modus ini dilakukan mas semprul dengan kombinasi model persimpangan dan kepiawaiannya tune in si macan ompong untuk bunyi sekali-sekali, entah dengan cara di cekok, disakiti, digetar atau apapun.
Dan protap model ini dijalankan dengan diskriminasi syarat bunyi, untuk si macan ompong cukup 4 -5 kali, sedangkan lawan ditunggu sampai 7 kali.
Gaya kecurangan seperti ini lagi-lagi hanya dapat di atasi dengan tanpa teriak dan jumlah tiang gantangan yang maksimal 25 buah (aturan P3SI tahun 2003 – 2006). Atau kembali ke aturan tahun 1957 – 2006 dimana syarat bunyi minimal 10 kali.
tapiiiii sekali lagi kungmania lebih senang teriak-teriak untuk hilangkan stress (walau ngedumel kalau kalah), dan katanya mana ada perkutut kuat bunyi 10 kali dengan kualitas yang baik, daaaan katanya katanya lagi panitia merugi jika gantangan per blok hanya disi 25 kerekan….. waduuuuuuuuuuh pusing pala berbi😦

Apapun yang dilakukan mas semprul tak sepenuhnya dilakukan dengan hati, sebab “kejahatan tidak selalu terjadi hanya karena niat sipelakunya, tapi juga karena adanya kesempatan….. waspada waspadalah (bang napi)🙂

Apapun yang terjadi, jayalah perkutut indonesia, tetap bersatu dalam NKRI🙂

About nugroho1705

piye kabare bro

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

daftar tulisan

%d bloggers like this: