//
you're reading...
mas Noklak

Perkutut Behind the Scenes

behind the scenes lomba perkutut

ADA BONEK DI LOMBA
Istilah Bonek (bondo nekat) tidak hanya untuk penggemar sepakbola, di lapangan lomba perkutut kadang kita jumpai kungMania yang bermodal nekad dan bermental baja, walung wesi otot baja.
Kejadian ini perkutut dki dot alami sekitar 4 tahun lalu, yang saat itu sempat beberapa kali menjadi penggembira🙂 sebuah team besar di Jabodetabek.

Bagi sebagian penggemar perkutut, Putaran LPI merupakan ajang bergengsi dan dihadiri para pakar serta perawat-perawat tangguh, katanyaaaa….

Waktu pertama ketemu dengan si Bonek ini,terlihat ia begitu percaya diri,seperti paham betul seni suara dan cara mengerek perkutut lomba.
Nah cerita dimulai setiap kita tiba di lapangan, pertama yang dilakukan si bonek selalu menempatkan sangkar di bawah tiang yang berada di tengah. DKI dot com sempat tanyakan ke bos si bonek, apa memang nomor gantangan selalu ditengah. “itu strategi” katanya sambil tersenyum lebar.
Tidak lama kemudian terjadi kericuhan kecil di tengah lapangan. Bos bonek pun segera mendekat ke TKP, usut punya usut, ternyata terjadi kesalahan “pengerekan”, dimana nomor gantangan milik si Bonek adalah 6, sedangkan dia mengerek di nomor 12 (berada di tengah). “nomor 6 iniii” kata Bos Bonek sambil pegang tiang kerekan ber nomor 6.
Sambil ngloyor santai Bonek memindahkan sangkar ke nomor 6.

Kejadian “rame” seperti itu terulang lagi di ajang LPI berikutnya, tapi kali ini Bos Bonek tidak perlu repot-repot ke tengah lapangan. Kali ini pula dki dot com menanyakan kenapa sering terjadi kericuhan, sang Bos Bonek dengan enteng menjawab “Itu strategi juga” jawabnya tanpa ekspresi.

Setelah diusut tuntas, ternyata kericuhan merupakan “strategi” sang Bonek untuk mengetahui nomor gantangannya tanpa perlu bertanya. Jadi, saat bonek mengerek di sembarang tiang, pastinya pemilik tiang yang benar akan protes dan pasti bertanya “kamu nomor berapa”, selanjutnya bonek pastiii menunjukkan kertas nomor, dan pastiii juga dijawab pemilik tiang “nomor kamu ituuuu”. Selanjutnya pastiiii sang bonek dengan santai menurunkan dan memindahkan sangkarnya.
Akhirnya dengan senyum kecut sang Bos bonek menjawab “dia tidak bisa membaca nomor”, lah dalaaaah, hari geneee…..

Sudah beberapa tahun ini, entah sang Bonek dimana, rindu juga dengan “strateginya”🙂

 

PEDAGANG NEKAT
Ini cerita pengalaman lainnya, masih di seputar nekat, tapi kali ini yang nekat adalah seorang pedagang menawarkan buah-buahan pada kungmania.

Sebut saja temen yang satu ini ini “haji perkutut”.
Kejadiannya begini. Siang hari, sambil ngobrol ngalor ngidul dengan dki dot com, Pak haji nyambi memandikan perkutut lomba kesayangannya di teras rumah.

Tidak lama kemudian, pedagang buah-buahan dengan setengah narik (teriak)
“Ji…Ji, duren nih, montong dah, enak Ji”
“kagak” sahut haji.
“Beneran Ji, lu pasti suka dah, mentega banget Ji” lanjut si pedagang😛
“busyeeet,elu tuh, gua bilang kagak ya kagak” timpal pak Haji
“ah elu Ji,malu-maluin, masa musim duren, elu ga ngerasain” kata pedagang sambil keluar halaman
“gebleg lu,lebih malu-maluin kalo gua ngerek duren” jawab Pak haji sambil ngerek jagoannya.

Jayalah perkutut indonesia, tetap bersatu di dalam NKRI🙂

About nugroho1705

piye kabare bro

Discussion

2 thoughts on “Perkutut Behind the Scenes

  1. iya mas, semua pasti ada positif dan negatifnyaa ya, dimana ada energi yin’ pasti juga ada energi yang’ *hukum alam*, halah qo malah ngelantur . hehehe mereka punya rasa solidaritas yang tinggi itu merupakan sisi postif dari bonek :{solidaritas dalam hal apakah ini? aksi sosial untuk taat lalu lintaskah? atau mengajak sesama bonek untuk tidak pakai helm saat konvoi. atau malah yang lain}tidak semua yang namanya bonek itu anarki :{yang gak anarki yang mana mas?yuk ayok kita ajak kaum yang anarki itu untuk lebih sopan dan berbudiluhur gitu gimana ya . *bermimpi*}yoa mas bro .salam kenal balik.hehehemaksih ya

    Posted by Carla | June 1, 2012, 6:36 pm
    • Bener Carla, sisi positif bonek itu rasa solidaritas, dan mereka tidak pernah lakukan yang anarki.
      sekumpulan bonek hanyalah korban “mimpi” para petinggi, contoh di sepakbola, para “bos” berikan
      mimpi dan jargon ke para fans (yg akhirnya menjadi bonek), “Kita pasti menang”, “skor akan 100:0”😛
      Sebaiknya para “bos” sebelum pertandingan dimulai, berikan semangat ‘menang atau kalah kita tetap menari”
      kan seru di dalam stadion, ribuan orang bersama-sama lakukan tarian pendet” iii uuuuuu

      Salam

      Posted by noe | June 12, 2012, 7:57 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

daftar tulisan

%d bloggers like this: