//
you're reading...
Ternak

Cara Jitu Hasilkan Perkutut Metal

Dalam artikel trik beternak ala samurai salah satunya menyebutkan pentingnya sasaran pasar pembeli yang kita tuju nantinya. Sebab dengan tujuan yang jelas, farm akan berada pada area yang tepat. Jangan sampai ban tipis dompet habis, materi mewah hasil bawah, kecewa, akhirnya jual sabun, gosok kanan kiri, cerita asal usul, lirik pemula melotot. 🙂
Seperti perkutut dki dot com, ngoceh kiri kanan, seperti komentator sepakbola, engga seru kan liat pertandingan sepakbola ga ada komentator, masa tiap hari hanya liat iklan pruduk super mahal, transaksi gila-gilaan,  kita hanya bisa ngiler, sambil garuk kepala yang engga gatel, ” kapan bisa beli, apalagi jual “, :) 

MENGALAMI, MENDENGAR DAN BERBAGI
Kali ini perkutut dki dot com ingin berbagi, atau lebih tepatnya bercerita, sebab untuk dikatakan membagi pengalaman tidaklah tepat, masih banyak kungMania maupun peternak-peternak hebat yang segudang pengalaman dan telah terbukti.

Kita semua mendengar bahkan mengalami begitu hebatnya gempuran indukan-indukan yang berasal dari bangkok (VP,PS).
Gejolak itu dibarengi dengan ramai-ramainya para peternak dan pelomba untuk menggunakan materi dengan ring ternama tersebut, sampai-sampai dapat dikatakan hasil ternak farm-farm bangkok di sembah sembah di tanah air, tapi apa boleh buat, seperti yang dikatakan mister gus bayu, “bisnis tanpa hobby” dalam artikel fenomena turunan

Fenomena itu kembali terjadi kembali di jelang dan awal tahun 2000, namun berganti “berhala”, diantaranya TL, DN, dll. Nah di era ini lebih edan lagi, sampai ada yang mengatakan “TL dikawinkan dengan ayampun akan mengeluarkan anakan yang istimewa”, weleh weleh.

THAILAND MEMBORONG ?
Sklus 10 tahunan, layaknya dapat dikatakan seperti itu kelatahan kita sebagai peternak, tapi kita masih beruntung tidak ada era “ perkutut metal “ seperti peternak sapi 🙂  .
Nah berkenaan dengan sapi metal, opsss sorry, berkenaan dengan siklus 10 tahunan, kembali  darah-darah peternak negeri seberang mendominasi  lagi. Akan tetapi kali ini peternak-peternak negeri gajah putih itu memberikan sedikit “imbal balik” dengan membeli ataupun barter dengan produk-produk dalam negeri, lumayan, daripada engga.

Namun jangan lupa, seperti yang perkutut dki dot com kutip dari sebuah buku “ konkurs perkutut sangat ramai pada tahun 1960 an, dalam konkurs itu banyak penggemar perkutut dari Thailand yang rajin datang, mereka tak segan-segan memborong jawara-jawara untuk dikembang biakan dinegaranya”. Walupun pada akhirnya di akhir tahun 1970 an dan awal tahun 1980 an kembali lagi demam perkutut bangkok melanda tanah air.

Dengan terjadinya pembelian hasil ternak dari farm-farm di tanah air oleh peternak-peternak Thailand, sudah selayaknya kita berusaha untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kondisi yang baik ini, kita berada pada posisi tawar yang seimbang.

PALEM,  GRAND, TERMINAL
Mendengar langsung dari pemilik Palem dan membaca langsung juga dari tabloid 😛 ,ternyata siklus di dalam siklus 10 tahunan itu,  beberapa peternak berusaha “posisi tawar” tetap ada, Thailand tetap perlu hasil ternak bangsa kita, beberapa darah-darah biru farm tanah air menghuni di kandang ternak farm ternama di Thailand.

Kontribusi yang sangat hebat, kita patut berikan dua jempol untuk mereka,  Palem, Grand dan Terminal, Farm di atas hanyalah sebuah contoh yang sangat dikenal kungMania,,  kemungkinan masih ada produk ternak farm-farm tanah air yang menyebrang ke negeri gajah putih.

Kita dapat tiru strategi berternak para pembuat pondasi basic blood ini, walaupun dengan skala yang lebih kecil tentunya, namun kalau memiliki dana lebih yang besarkan, jangan ragu.
Buat kedalaman hasil ternak sesama kungMania, luntuk sementara ebih baik di dalam  satu wilayah, pantau hasil, analisa, uji coba dan promosikan.

DARI GUREM MENJADI IDOLA
Melihat gempuran ring-ring (hasil ternak) Thailand saat ini, kita dapat belajar, bayangkan hampir puluhan farm yang akhir-akhir ini tiba-tiba mencuat di tanah air, seperti MPG, AD, dan masih banyak lagi.

Dari tulisan di atas, jika kita istilahkan dengan lebih keren, kita dapat membuat dugaan “mindset” para peternak negeri gajah putih itu. “Tanam benih satu, tumbuh seribu”, dan ini terkait kembali seperti apa yang pernah diulas dalam artikel fenomena turunan, “ hobby, tekun dan ulet “,  itulah kunci sukses sebuah farm. Beli karena hobby, lalu ternak dengan tekun serta jalankan dengan ulet,  bukan ulat :) 

Mereka (peternak Thailand), setelah membeli bahan ternak yang istimewa, tidak serta merta menjual hasil ternaknya, namun melakukan persilangan dengan rentang waktu yang cukup lama namun tetap mengikuti  kaidah-kaidah ternak yang baik dan tetap pada alur kedalaman, artinya buatlah kedalaman turunan sesama peternak-peternak. Contoh yang baik telah terjadi untuk peternak-peternak yang disebutkan di atas.

Peternak A

B

C

D

E

F

G

 

 

Bagi calon atau yang sudah mulai budidaya perkutut dengan sasaran jual papan bawah, tidak perlu malu-malu atau segan membeli materi berharga murah untuk mengisi kandang ternak. namun berasal dari indukan-indukan yang sedang top saat ini, atau mempunyai kelengkapan kriteria suara, tentunya kualitas cukup, lah kan murah 

😛

Percaya, peternak yang mengiklankan di tabloid atau kalender, rata-rata sudah mengisi materi ternaknya dengan kriteria dimaksud. Nah, bagi yang ingin mencari bahan ternak, anda tinggal tutup mata dan tunjuk salah satu farm di kalender, semoga membawa keberuntungan, he he he  just kidding 😦 , tapi memang benar,3 tahun terakhir banyak farm yang merecovery materi ternaknya,ini kesempatan untuk yang ingin memulai ternak atau mengisi jantan betina segar keluaran teranyar

Dari mendengar pengalaman beberpa peternak dan merasakan langsung hasil ternaknya, ternyata sebuah farm yang materi kandang ternaknya di isi dengan perkutut kualitas cukup dan harga terjangkau dari peternak besar yang berdarah baik dapat mengeluarkan produk-produk menghasilkan jawara, seperti yang kungMania sering katakan “hasil ternak keluar istimewa,  itu hoki”, nah buat apa lagi malu-malu.

Ingat, peternak dengan target pasar bawah dapat mengeluarkan produk untuk di nikmati papan atas, hasil ternak terburuknya ya tidak masalah, sebab memang untuk mengisi pasar.
Sedangkan beternak dengan mimpi untuk masuk di area papan atas dengan modal besar, hasil terburuknya untuk pasar murah meriah juga 🙂

Akan tetapi tetap jangan bermimpi memiliki materi ternak dengan kualitas istimewa berharga murah, mimpi kali yee
Sebab perkutut itu memang mahal 😦

Dan percaya, tidak ada itu peternak gurem, semua sama, sebab yang diternak ya perkutut.

Jika mindset kedalaman setiap peternak tanah air berjalan, semoga bukan hanya ketahanan pangan saja, ketahanan perkutut dalam negeri juga kuat, tidak ada lagi siklus 10 tahunan, sebaliknya kita yang membuat negeri gajah putih mengalami siklus bulanan, eit…. salah siklus 10 tahunan mksdnya🙂

Jayalah perkutut indonesia, tetap bersatu di dalam naungan NKRI 🙂

 

About nugroho1705

piye kabare bro

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

daftar tulisan

%d bloggers like this: