//
you're reading...
Hobby dan Lomba

MERAWAT PIYIK PERKUTUT

perkutut piyikSetelah memperoleh piyik perkutut yang bagus (ganteng atau cantik gitu), bagaimanapun perawatan juga amat menentukan perjalanan nasibnya ke depan, perawatan disini adalah perawatan burung perkutut, bukan perawatan wajah atau menicure pedicure, meni pedi kata temen nun jauh disana🙂 . Karena itu perawatan juga menjadi sukses tidaknya seekor piyik perkutut saat dewasa kelak, tetap ganteng dengan rambut jambul atau cantik dengan rambut poni. Nah, salah dalam perawatan di usia bawah 4 (empat) bulan bisa berakibat fatal,kualitas suaranya akan rusak saat dewasa nanti.
Piyik perkutut akan mengalami ganti bulu (rontok) pertama di usia sekitar 2 (dua) bulan. Bulu baru akan sempurna setelah usianya berkisar 3 (tiga) bulan. Saat pergantian bulu itulah yang paling perlu diperhatikan dengan baik agar jangan sampai salah rawat.

MULAI RONTOK BULU
Umumnya saat piyik perkutut mulai rontok bulu, oleh pemiliknya dimasukkan ke kandang umbaran bersama dengan banyak perkutut lainnya biar menjadi “gaul” selama kurang lebih 1 (satu) bulan, tujuannya agar bisa bergerak leluasa dan bulu-bulu barunya cepat tumbuh serta tubuhnya menjadi kuat dan berfisik bagus. Baru diangakat dari kandang umbaran setelah dilihat bulu-bulu barunya mulai penuh dan sempurna.

SESEKALI PERLU DIANGKAT
Piyik perkutut selama diumbaran sesekali perlu diangkat untuk dipantau lagi bagaimana perkembangan suaranya. Setelah beberapa hari diangkat dan dimasukkan ke sangkar mahkota atau sangkar jemur, piyik tersebut kembali diumbar. Biarkan dia (dalam hal ini piyik perkutut, bukan si dia) kembali berkumpul dengan puluhan ekor perkutut lainnya (se usia) di dalam kandang umbaran. Bahkan kalau perlu sang piyik perkutut pilihan tersebut di dalam kandang umbaran sampai dia akil baliq dan mulai birahi (biasanya ditandai dengan mengejar piyik lain atau sesekali bunyi dengan tarikan suara lebih dari biasanya).
Beberapa minggu kemudian angkat lagi dari umbaran untuk dipantau kembali bagaimana kualitas suaranya. Saat usianya berkisar 3 – 3,5 bulan suara biasanya mulai pecah, ada tanda tanda perubahan dari suara piyik ke suara perkutut dewasa.

PERUBAHAN KUALITAS
Perlu diperhatikan, apakah volume suaranya ada perubahan dari kecil menjadi besar atau sebaliknya dari besar menjadi kecil (kristal),lalu perhatian dialihkan ke kedua indukan / bapak ibunya (jantan dan betina), apakah volume menurun diantara keduanya, demikian juga dengan irama dan lainnya.
Mengenai jalan suara / irama apakah tetap stabil seperti disaat usianya 2 (dua) bulan atau bertambah baik. Semisal saat piyik jalan double, apakah setelah berusia 3 – 4 bulan masih seperti itu atau malah berkurang. menjadi satu setengah bahkan engkel, demikian juga dengan irama, apakah dari senggang menjadi rapat bak kereta api dengan masinis nahan sakit perut atau sebaliknya irama menjadi senggang lelah dan empuk (daging empal kaleee).

Segala perubahan yang terjadi sebaikya dicermati, untuk memutuskan, apakah kembali dimasukan ke kandang umbaran atau tetap di sangkar mahkota untuk melihat perkembangan piyik dalam keadaan lepas dari stress (kemungkinan terjadi di saat di kandang umbaran, berinteraksi dengan sesama piyik yang galak (suka marah).

USIA EMPAT, LIMA BULAN
Di usia ini volume, irama dan lainnya dari kualitas piyik sudah dapat diraba, apakah bermasa depan cerah atau suram. Sehingga sudah dapat dijadikan patokan bagaimana setelah umur tujuh bulan ke atas. Dalam usia ini juga yang tidak aau kecil kemungkinan untuk berubah adalah irama. Di usia ini pula piyik perkutut sudah mulai untuk dilatih di tingkat latihan bersama atau untuk lebih sering dibawa keluar lingkungan rumah, bukan ke mall maksudnya.

Pendeknya setelah memasuki usia 4 (empat) atau 5 (lima) bulan yang sangat dieprhatikan adalah kestabilan, saat bunyi gacor (rajin dengan jeda waktu cukup dekat antar bunyi ke bunyi / interval istile kerennya ) itulah kita akan tahu, apakah ada gejala ngedrop atau lenjadi lebih bagus.Satu lagi yang acap kali muncul saat mulai gacor adalah “patah” (istilah untuk irama yang tidak disertai suara ujung), bukan tarian “patah-patah dangdut”.  Misalkan saat usia 3 9tiga) bulan kebawah suara ujung (kuung) sangat istimewa, ndolosr, tetapi setalah gacor pada usia jelang dewasa ini menjadi sering hilang (PP, pulang pergi  istilah kungMania).

KHUSUS SUARA UJUNG
Disarankan pada saat membeli seekor piyik perkutut perhatikan betul bagaimana suara ujungnya, sering ada tipuan, saat usia balilan (bawah lima bulan) ujung terdengar istimewa, ndolosor, maknyuss…., namun setelah dewasa ujung mulai terdengar mandek (seperti di rem mendadak), bahkan patah.

Nah dalam hal ini tidak ada satupun pakar untuk menentukan / prediksi  apakah ujung akan tetap stabil di saat dewasa kelak. namun ada patokan tersendiri untuk mengurangi kegagalan dalam hal ini, perhatikan saat mengeluarkan suara ujung, ada desis yang terlalu kuat, atau echo istilahnya. Bila itu terjadi kemungkinan besar saat dewasa ujung akan terdengar pendek. Atau dapat juga dibantu dengan memperhatikan suara tengah terakhir menjelang suara ujung, apakah ada jeda  atau langsam, jika terdapat jeda yang cukup lama dan tetap mengeluarkan suara ujung panjang, maka ini juga merupakan tipuan si piyik untuk dipinang dengan harga selangit. namun dari semuanya faktor yang sangat sangat penting adalah DENGARKAN SUARA INDUKAN SI PIYIK, baik  bapak maupun ibunya, dan sabarlah untuk mendengar di saat indukan tersebut gacor. Untuk ini, makanya jangan membeli piyik hanya mendengar di show room, lebih baik ke restoran…..

SEMUA TETAP GAMBLING 
Walau bagaimanapun, membeli dan merawat piyik tetap di dalam koridor gambling, untuk itu sangat tidak dianjurkan untuk membeli piyik dengan harga yang tidak wajar, kecuali untuk dijadikan bahan indukan kelak, sebab beternak perkutut memiliki dua unsur yang sangat dominan, gen (keturunan) dan pribadi (kualitas).

untuk itu semua tiada gading yang tak retak, tiada perkutut yang sempurna …..

jayalah perkutut indonesia, dan tidak perlu dipikirkan, karena kita tetap bersatu di dalam NKRI🙂🙂

About nugroho1705

piye kabare bro

Discussion

2 thoughts on “MERAWAT PIYIK PERKUTUT

  1. tanya gan, klu bunyinya belakang kaya keselek gmn? gan piara apa engga, tks

    Posted by gunawan | October 1, 2013, 10:40 am
    • Sorry bung Gunawan, telat jawab
      nggak apa-apa ya, dari pada telat dateng bulan🙂
      Saya mencoba untuk menjawab apa yang bung tanyakan.
      Di kalangan penggemar perkutut / kungmania sebutan keselek didalam sebuah lagu yang dinyanyikan seekor perkutut memiliki beragam istilah lainnya.
      Ada yang menyatakan “ketelek” atau “loncat”.
      Untuk saya pribadi sebutan yang pas adalah “ketelek”, oleh karena bunyi yang seharusnya disuarakan oleh seekor perkutut pada unsur bunyi tengah adalah KE TE PEK. Sedangkan kesalahan yang terjadi (keselek/ketlek/loncat) mengakibatkan suara tengah perkutut menjadi “KE TE LEK KE TE PEK”
      dimana pada saat membunyikan “LEK” terjadi penurunan nada yang drastis dan mengakibatkan pembagian jeda unsur suara tengah menjadi tidak seimbang, dan selanjutnya menghasilkan lagu yang tidak baik pada seekor perkutut.

      Dengan uraian tersebut, kesimpulannya, sebaikanya hindari memiliki perkutut yang salah dalam menyanyikan unsur suara tengah.

      Semoga bermanfaat

      Posted by nugroho1705 | February 23, 2014, 9:17 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

daftar tulisan

%d bloggers like this: