//
you're reading...
Berita Bird Farm

TERNAK PERKUTUT DI LAPAS NUSA KAMBANGAN


Seperti kita ketahui hobby memelihara burung perkutut di tanah air indonesia sudah digemari sejak jaman kerajaan sampai jamannya reformasi, dari jaman sabdo pandito ratu sampe jaman bersama kita bisa.

Diluar unsur magis yang sering dikaitkan dengan memlihara burung klangenan ini, ternyata faktor suaralah yang paling besar kenapa perkutut digemari oleh semua orang dari banyak kalangan, kita ingat almarhum presiden Soeharto sempat terlihat di layar TVRI sedang memperlihatkan perkutut kesayangannya, begitu juga almarhum Anton Soedjarwo mantan Kapolri di jaman orde baru, begitu antusias ikut serta dalam konkurs / lomba perkutut di era tahnun 80’an, dan masih banyak lagi petinggi dan mantan petinggi yang duduk lesehan di pinggir lapangan lomba. Dari sisi pengusaha, kita mengenal owner Djarum kudus, Gudang Garam, dan lainnya juga menggemari burung misteri ini.

Cerita soal kaya karena perkutut, juga sangat menarik, di era 90 an kita ingat H.Basuni mantan penarik becak yang kaya mendadak dari perkutut, atau cerita lain dari susi susanti sang jawara legendaris, telah menghasilkan lebih kurang 3 milyar rupiah untuk sang pemilik H.Muhammad surabaya. Demikian pula dengan seorang kawan dekat dan partner dalam bermain perkutut, hanya dalam tempo 1 tahun dapat membeli rumah untuk keluarganya, ini kejadian nyata yang admin alami.
Gantungkan cita-citamu setinggi langit itu kata bijak dari Ir.Soekarno, jika dipaksa untuk dikaitkan,maka gantunglah perkututmu dan bermimpilah🙂

Mimpi akan menjadi kenyataan jika usaha keras dilakukan, begitu juga dengan mas Wawan Bandung, seorang narapidana di nusa kambangan. Kesempatan berusaha yang diberikan oleh lapas tidak ia sia-siakan, “selain hobbi yang artinya dapat hilangkan kejenuhan, ternak perkutut juga menghasilkan mas” ujarnya saat ditanyakan alasan kenapa memilih usaha beternak perkutut. Memang banyak pilihan disini seperti yang terlihat, ada saudara sebangsa yang menjadi perajin batu alam, kerajinan tangan dan sebagainya.

BUKAN TERNAK SEMBARANGAN
Melihat materi indukan yang mengisi 10 petak kandang ternak mas Wawan, terlihat strategi beternak perkutut yang baik dan benar telah dijalaninya. Jantan dan betina dari keturunan darah biru di koleksinya, seperti jantan di kandang 1, “itu ring ACC mas” sahutnya sambil tersenyum penuh arti. Benar juga, setelah ditanyakan ternyata beberapa indukan berasal dari peternak-peternak besar tanah air, seprti Palem, WAT, GM dan lainnya. Hal in (materi ternak) membuktikan bahwa selain mengerti suara perkutut yang baik, mas Wawan juga berternak secara benar, “keturunan juga penting mas” ujarnya. Selamat mas Wawan, semoga ke depan hasil ternak semakin baik.

16 TAHUN GARA-GARA MELEMPAR ASBAK
Ketika disinggung sedikit mengenai alasan keberadaan di lapas nusa kambangan, mas Wawan berujar lirih, “berantem dengan saudara mas, emosi, dia saya lempar asbak terkena wajahnya”
Semoga dengan berternak perkutut mas Wawan dapat mengisi hari-harinya secara positif.

Jayalah perkutut tanah air, tetap bersatu dalam NKRI

🙂
thanks to mr. Kesumawijaya SH

About nugroho1705

piye kabare bro

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

daftar tulisan

%d bloggers like this: