//
you're reading...
Hobby dan Lomba

HAL PENENTU GACORNYA PERKUTUT

Baik pakar ataupun penggemar perkutut rumahan pasti menginginkan klangenannya ini sering bernyanyi, mengeluarkan suara merdunya baik pagi siang maupun sore hari.
Problem perkutut tidak bernyanyi / bunyi sesuai kehendak pemiliknya kerap terjadi juga di saat lomba berlangsung,dan seringkali kita mendengar keluhan “padahal di rumah tadi gacor”.
Demikian juga masalah penggemar perkutut rumahan, acapkali saat mendengar dan membeli di peternakan maupun di pasar burung, perkutut tersebut berbunyi dengan intensitas tinggi. “udah seminggu tidak mau bunyi pak mas bro” begitu kalimat yang sering dilontarkan penggemar perkutut saat ditanya sang penjual.

Tips secara umum (khusus perkutut dewasa) :

  1. Pada saat memilih, baik di pasar burung maupun di peternakan, mintalah sangkar yang berisi perkutut yang kita sukai tersebut untuk di pindahkan, jika perlu lakukan sesering mungkin selama belum terjadi transaksi, asal tidak meminta untuk dipindahkan ke kamar tidur sang penjual.
  2. Minta ijin ke pemilik / penjual, turunkan sangkar berisi perkutut yang kita inginkan, dalam posisi sangkar terpegang dekatkan kepala kita sambil melihat2 penampilan dan kegesitannya. Jika lompatan-lompatan perkutut tersebut tidak terlihat beringas artinya perkutut tersebut memiliki mental yang baik. mental merupakan hal paling penting untuk menentukan tingkat kegacoran seekor perkutut.Apalagi disaat kita lihat perkutut tersebut mengacungkan tangannya, itu mental bertinju perkutut luar biasa. Dan yang perlu diingat jangan sekali-sekali membuka pintu sangkar pada saat itu🙂
  3. Tanyakan ke peternak /pemilik / penjual, apakah perkutut yang akan kita beli itu sudah pernah ditangkarkan / diternak. Jika sudah,apakah pasangan (betina) tersebut ada disekitar show room /kios. Apabila ternyata betina / bekas pasangan ternaknya ada disekitar lokasi pembelian, maka pilihan alternatif kita harus membeli satu paket, hal ini menjaga untuk perkutut jantan yang akan kita beli tidak turun drastis tingkat birahinya (soal birahi akan dibahas dalam artikel  berikutnya, tentunya birahi perkutut, bukan birahi-birahi yang lain :)  ).
  4. Tidak kalah pentingnya, kita perhatikan atau langsung tanyakan, makanan apa saja yang biasa diberikan pada perkutut tersebut. Jika perlu saat transaksi terjadi, pada saat pulang kita meminta sedikit makanan / biji-bijian, bisa minta  1 karung atau lebih dari sang penjual.
  5. Pada poin ini, sangkar perkutut  perlu juga kita pertimbangkan untuk dibeli. Mengingat kemungkinan besar perkutut rajin berbunyi dikarenakan sudah terbiasa di dalam sangkar tersebut.
  6. Kelima hal tersebut merupakan dasar untuk menentukan kemudian hari saat sudah berada di rumah, apakah perkutut tetap rajin bernyanyi alias gacor. Kondisikan perkutut tersebut sesuai latar belakangnya, jika memang harus di dekatkan dengan betinanya, atau berada jauh. Bila pembelian terjadi di pasar / kios yang notabene berlokasi cukup ramai, tempatkan perkutut tersebut di area rumah yang sering menjadi aktifitas sehari hari, tentunya bukan di dalam kamar mandi.

Setelah ke enam hal tersebut kita penuhi,  perawatan selanjutnya sangatlah menentukan di dalam membuat kondisi perkutut tetap rajin bernyanyi.

jayalah perkutut tanah air, tetap bersatu dalam naungan NKRI 🙂

About nugroho1705

piye kabare bro

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

daftar tulisan

%d bloggers like this: