//
you're reading...
Berita Bird Farm

DWY bf

KONSISTEN SELAMA 30 TAHUN
Sosok kalem dan selalu mengutamakan kesabaran dan kejujuran, inilah pribadi yang disandang Bang Hadi.
Ditemui di kediamannya di daerah lenteng agung  jakarta selatan, pria asli kelahiran betawi asli ini bisa dijadikan contoh bagi yang ingin memulai usaha beternak / budi daya burung perkutut.

Pada usia 20 tahun si Abang yang satu ini telah memulai mencoba untuk membudidayakan burung perkutut, “sekitar taon 81” ujarnya, saat perkutut-dki menanyakan langsung sejak kapan mulai berkiprah di dalam usaha budi daya burung perkutut.
“kalo hobi denger suare perkutut udeh dari kecil” lanjut pria berperawakan tinggi ini. “lumayan lah bise ngidupin 3 anak ampe kuliah” kata si Abang, ketika ditanyakan bagaimana hasil dari budi daya burung perkutut selama itu.
Sewaktu perkutut-dki dot com menanyakan keikutsertaannya dalam lomba dan hebohnya keturunan burung perkutut, “itu mah bukan mainan gue” kata si Abang sambil tertawa.
“tapi sekarang soal turunan, ade juge darah ngetop dari surabaye ame thailand selatan, ambil yang be es same aja” imbuhnya.

Memang benar, saat perkutut-dki dot com melihat catatan di buku ternaknya, beberapa materi ternak merupakan keturunan dari f2, f3 dari peternak2 papan atas tanah air maupun thailand selatan.
Menurut si Abang, darah2 keturunan ini diperolehnya dari membeli hasil sortiran burung perkutut oleh beberapa peternak jakarta ataupun didapatkannya dari pasar burung, dengan harga sangat murah tentunya. “lebih dari sejute (1 juta rupiah), gue kagak berani” begitu ujarnya saat ditanyakan berapa modal yang masuk ke dalam kandang produksi. Mengenai kualitas nantinya, semua sudah ada yang mengatur.

Dengan rentang waktu yang sangat panjang itu, kita dapat melihat bahwa konsistensi tujuan / kelas di dalam menjalankan budi daya burung perkutut merupakan kekuatan dasar yang harus dimiliki penghobi sekaligus pebisnis burung perkutut. Hasilnya seperti yang dinikmati oleh si Abang Hadi ini, dari jaman kejayaan lokal maupun jaman VP sampe MLT tetap stabil dalam menjalankan usaha budi daya burung perkutut ini, yang hasil penjualannya dapat memberikan kehidupan yang layak untuk keluarga. Kesabaran dan konsistensi kunci dari semua itu, sewaktu terjadi hingar bingar mengenai keturunan burung perkutut berdarah istimewa, bagi peternak yang bermodal kecil tidak perlu ikut ikutan, karena hanya berbeda waktu dalam memperoleh keturunan istimewa tersebut. Lain halnya jika kita memiliki modal besar.

Dari jutaan penggemar suara burung perkutut, hanya segelintir saja yang mengenal istilah triple, double, tengah banyak, ujung ndlosor, ataupun 3 warna bahkan 5 warna. berbicara soal istilah istilah itu, akan terasa aneh bagi mereka penggemar klangenan burung perkutut di rumah rumah, karena bagi mereka dengan  “klau ke teg kuung”   sudah merupakan kenikmatan tersendiri.
“sambil minum kupi ame singkong, denger kutut, enak banget” kata abang hadi

DWY bird farm :
Jl. Lenteng Agung 1, Jakarta Selatan
HP : 081806447724

About nugroho1705

piye kabare bro

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

daftar tulisan

%d bloggers like this: