//
you're reading...
Wacana

BUDAYA ANTRI TIKET


Sudah umum kungMania tanah air melihat dan merasakan bagaimana berdesak desakan untuk mendapatkan tiket nomor gantangan di setiap gelaran lomba perkutut, baik di tingkat regional maupun nasional. Padahal dilihat dari nilai uang Rp 75.000,- s/d Rp 150.000,- untuk tiket lomba amat sangat lebih besar dari tiket nonton di bioskop ber pendingin udara yg hanya max Rp 60.000,- . Untuk itu sudah selayaknya pelayanan terhadap kungMania dalam mendapatkan tiket gantangan harus lebih diperhatikan.

Membiasakan untuk antri memang sangat tidak mudah bagi kita semua, karena kurangnnya kepercayaan terhadap panitia. Untuk itu, panitia lomba perkutut sepantasnya membuat suatu aturan tersendiri khusus untuk pembagian tiket nomor gantangan.
berikut ini usulan / alternatif untuk tata cara pembagian tiket gantangan dalam lomba perkutut.
1. Kuitansi sebagai bukti pembayaran diberikan nomor urut
2. Pembagian waktu penukaran kuitansi dengan tiket / nomor gantangan. Demikian juga apabila peserta lomba
memenuhi semua kapasitas gantangan, dapat kiranya penukaran dibagi per kelas dan waktu, misal untuk piyik
jam 06.45 s/d 07.15, dewasa jam 07.15 s/d 07.45
3. Agar semua penukaran berjalan dengan fair play, panitia mengundang 10 peserta lomba untuk menyaksikan
amplop tertutup yg dihitung dan di kocok sesuai jumah dan kelas lomba oleh beberapa wakil dari panitia.
4. Saat penukaran kuitansi dengan nomor gantangan, panitia memanggil setiap 20 peserta untuk antri sesuai
nomor urut di kuitansi. Untuk ini semua, setiap meja untuk penukaran diberikan pembatas atau koridor yang
diperkirakan dapat menampung 20 orang, dapat dibuat dari bambu atau tali, dan dijaga oleh 2 orang panitia.

Dengan tata cara seperti ini diharapkan budaya antri dalam penukaran tiket lomba dapat berjalan dengan baik, demikian juga terasa sekali panitia memberi penghargaan terhadap kungMania yg telah membayar cukup tinggi untuk harga tiket lomba.

Mudah mudahan dalam pelaksanaan lomba nasional Hamengku Buwono Cup di Yogyakarta esok ini, budaya antri sudah berjalan.
Malu rasanya berdesak desakan, padahal kita membayar, bukan meminta bantuan.:)šŸ™‚

About nugroho1705

piye kabare bro

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

daftar tulisan

%d bloggers like this: