//
you're reading...
Wacana

SISTEM DIVISI

lomba perkutut dengan sistem divisi

SEBUAH WACANA

SISTEM DIVISI DALAM LOMBA BURUNG PERKUTUT

Dasar pemikiran :

  1. Menyemarakan lomba burung perkutut tingkat regional
  2. Mengupayakan lahirnya jawara burung perkutut sejati (nasional sebenarnya)
  3. Optimalisasi sarana lomba burung perkutut di masing2 daerah
  4. Efektifitas Biaya lomba burung perkutut
  5. Kondisi saat ini, kerancuan istilah perkutut juara nasional  (lebih dari 10 kali)

 Pembagian Wilayah Lomba : (atau diatur sesuai kesepakatan bersama)

DIVISI    I    :   Sumatera – Banten

DIVISI    II   :   Jakarta – Jawa Barat

DIVISI    III  :   Jawa Tengah – Yogyakarta

DIVISI    IV  :  Jawa Timur – Bali

DIVISI    V   :   Kalimantan – Sulawesi

              1 Jan – 31 Juli                1 Agst –  31 Okt                       1 Nov – 31 Des
                     REGIONAL               UJI COBA DIVISI                          NASIONAL
  1. Lomba perkutut dilaksanakan di dalam masing2 divisi
  2. mencari 10 atau 15 besar juara
  3. Point Terpisah
  4. Ketua Juri Wilayah merekomendasikan ke setiap burung yang layak untuk ke tingkat yang lebih tinggi.
  1. Peserta utama 10 – 15 besar jawara di masing2 Regional atau jawara2 anyar yang siap darimasing2 divisi.
  2. dilaksanakan di 6 (enam) propinsi berbeda
  3. point nasional mulai di berlakukan
  4. kategori lomba besar
  5. Rekomendasi Ketua juri Wilayah untuk jawara ke tingkat yang lebih tinggi
  1. dilaksankan di 3 (tiga) propinsi berbeda
  2. kategori 2 (dua) putaran pertama Besar
  3. putaran terakhir kategori Nasional

 Tingkat keamanan untuk tetap fair play => dilakukan cek ring atas burung perkutut jawara di setiap putaran

Bagaimana dengan jumlah komunitas yang sedikit di divisi tertentu =>  inilah tantangannya bagi Korwil, jika memang ada pelomba yang memiliki jawara prospek dan memiliki dana dapat menyertakannya di divisi lain

 Keuntungan dengan sistem divisi :

 

    • Masing2 Korwil dan Korda akan tertantang untuk pemberdayaan penggemar perkutut di daerahnya, dengan seringnya mengadakan lomba tingkat daerah, karena berkaitan dengan jam terbang burung2 perkutut yang akan diuji di tingkat yang lebih tinggi.
    • Efisiensi dan efektifitas biaya akan terjadi, oleh karena setiap pelomba  jauh-jauh hari sudah memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan. Apabila dirasakan tidak sanggup menyertakan ke tingkatan yang lebih tinggi, maka akan terjadi jual beli diantara peserta / pelomba. Terhadap perkutut2 jawara yang berprospek nasional.
    • Di setiap Wialyah akan terjalin kekompakan, oleh karena setiap penggemar perkutut / kung mania / juri / pengurus akan mensupport setiap jawara yang dirasakan dapat mewakili wilayahnya dalam tingkatan lomba yang lebih tinggi.
    • Demikian juga dengan juri, tentunya dengan sistem ini “ tidak dapat main-main  di dalam hal penilaian, karena salah dalam menilai akan mepermalukan wilayah dan juri itu sendiri pada waktu lomba di tingkat yang lebih tinggi”. Dengan demikian akan terjadi komunikasi yang intens antar juri, pengurus dan penggemar.

demikian wacana sederhana ini disampaikan. Jayalah perkutut indonesia, tetap bersatu dalam NKRI

KOMENTAR

GUS BAYU

Menurut saya agak susah diberlakukan karena lebih banyak kungMania misinya bisnis semata, jadi segala cara akan ditempuh, contah yg sdh ada aja (kena pemotongan point klo tdk lomba, kenyataannya apa, mereka memalsukan identitas BP, atau sebaliknya bilang ikut loma tp BP tdk bunyi. Coba aja lihat di lomba-2 kecil/regional dimasing-2 korda, so pasti burung-2 jawara papan atas pasti g mau ketinggalan momen itu, alasannya mereka ikut lomba bayar karcis jd berhak dinilai dan berhak dpt piala klo memang juara. Saran saya setiap even lomba kecil/regional sebaiknya para jawara dilarang ikut lomba agar para pemula-2 tdk minder dan memberikan kesempatan bagi jagoan-2 baru. demikian kira-2 tanggapan saya,

ANDY TKL BF
Mas Nugroho ysh,

Ide ini sangat bagus untuk di praktekan.

Minimal di korwil Jabodetabek dulu lah, kalau sukses baru di lempar ide ini ke korwil yang lain.

Terima kasih

KOMENTAR
ARIF SOBARI – dp bf tasik
Waah..gagasan yg luar biasa, saya mendukung Mas, bisa diusulkan ke P3SI untuk realisasinya. Konkurs-konkurs yg ada sekarang memang seperti hanya permainan2 biasa saja tidak berbobot, tidak ada geregetnya sama sekali..apalagi di arena lomba tidak bisa mendengarkan burung sedikitpun, yg bisa didengar hanya orang teriak2 melulu….tidak bisa menikmati jalannya lomba. Orientasinya sangat berbeda sewaktu masih jaman konkurs perkutut lokal segi bisnis dinomorduakan, meskipun toh tidak akan terlepas dari itu tapi hobby perkutut (mendengarkan burung anggunannya) merupakan prioritas utama bagi para penghobby perkutut pada jaman tersebut. Semoga arena lomba perkutut bisa menjadi salah satu calender of event rekreasi yang menyenangkan bagi setiap orang yang hadir ke tempat tersebut. Apalagi konkurs tersebut masuk dalam calender of event pariwisata daerah, yg ujung-ujungnya bisa dinikmati oleh wisatawan domestik dan luar negeri.

About nugroho1705

piye kabare bro

Discussion

2 thoughts on “SISTEM DIVISI

  1. Boleh juga idenya tuch… sekarang bagaimana P3SI Pusatlah yg bisa mengkaji untuk langkah lebih lanjut terhadap usulan ini….

    Posted by Kunto-Tirta Jaya BF | July 12, 2010, 9:32 pm
  2. Siap langsung dilaksanakan saja, cara ini menurut saya sebagai small farm lebih seru dan aroma fairnya sangat kuat.
    Cara ini saya yakin membuat para pemula semakin antusias untuk mengikutinya.

    Terima kasih

    Posted by H.Bekti -Aliph BF | December 18, 2010, 11:27 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

daftar tulisan

%d bloggers like this: