//
you're reading...
Ternak

FENOMENA TURUNAN

Bila kita ikuti secara rutin, perkembangan cara cara berternak perkutut di tanah air selalu mengalami hal sama dari waktu ke waktu.
Kita masih mengingat dengan jelas, bagaimana bibit dari import sangat mendominasi indukan indukan di tanah air, seperti VP Pharoh V, PS sampai awal awal tahun 2000 yg sangat fenomenal TL 4B, dan yang terjadi pada saat ini kembali lagi beberapa farm di bangkok dan thailand selatan kembali mendominasi hampir diseluruh peternak indonesia. hal ini menjadi sebuah pertanyaan besar.
Mengapa dipertanyakan, coba kita lihat kebelakang, soal irama sdh pernah kita dapatkan dari VP dan PS, soal volume kita peroleh dari TL 4B, soal ujung jangan dibicarakan, karena ujung panjang sudah ada sejak jaman nenek moyang, coba kita lihat pakem perkutut, jelas disitu disebutkan ujung panjang, artinya para pembuat pakem sudah mendengar langsung ujung panjang seperti yang diagung agungkan saat ini.


Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan, “ketekunan” tidak dimiliki para peternak indonesia, dominasi bisnis lah yg membawa dampak rupiah terus mengalir ke negeri seberang.

Jika kita tengok keberhasilan peternak peternak negeri seberang, ada dua hal yang mereka lakukan “bisnis” dan “kecintaan” atas burung perkutut, yang pada ujungnya kombinasi kedua hal tersebutlah yang melahirkan ketekunan.🙂
Untuk itu bagi yang baru saja memulai untuk budidaya perkutut atau yang sudah puluhan tahun tapi tidak menghasilkan perkutut juara, sebaiknya jangan beranggapan tanpa darah dari turunan yang “katanya” memiliki daya turun bagus menjadikan kita tidak percaya diri. Hal yang penting selain kecintaaan dan ketekunan adalah membuat paramter atas indukan yang akan mendiami kandang ternak kita, artinya tuntutan yang ada di pakem minimal tiga unsur kita penuhi.

jayalah perkutut indonesia, tetap bersatu di dalam naungan NKRI

About nugroho1705

piye kabare bro

Discussion

3 thoughts on “FENOMENA TURUNAN

  1. Waduh jadi berat banget nih comentnya sebab udh menyangkut bisnis sih, ya sudahlah kita bebicara pakai logika akal sehat saja, setahu saya “teknik breding” itu merupakan kegiatan rekayasa mengkawinankan dan memadukan suara BP atau istilah kerenya mengkrosingkan/mengkawin silangkan, dan lagi objek yg di olah adalah suaranya BP itu sendiri, bukan keturunannya atau silsilahnya juga bukan nama peternak besarnya maupun orangnya. Contoh misalnya Burung A kondisinya suara depannya bagus, suara tengah bagus namun punya suara ujung cukup-2 aja berarti kita tinggal nyarikan Burung B yang suara ujung panjang, atau sebaliknya Ujung bagus, depan bagus namun tengahnya kurang slow ya maka kita tinggal nyari suara tengah yang satu-2 jalannya atau slow. Nah terakhir kita evaluasi anak-anak-kannya gimana? sesuai nggak dengan harapan kita. Klau gak sesuai ya kita coba berkali-kali-2 sampai ketemu. Jika sudah ketemu crosinganya dan menghasilkan anak BP yg bagus maka kita dapat dikatakan Sukses dalam menangkarkan BP, jadi ya wajarlah harganya BP tsb jadi mahal karena mencetak BP bagus juga susah kan. Klao bicara soal merk-merk tertentu kenapa mahal-2 dan kenapa hanya BP musti dari Bangkok yang mahal ya itu ulah dari pedagang/importir aja karena dia bebas pasang tarip berapa, jadi menanggapi artikel diatas tergantung kita sendiri, sudah tahu BP dalam negeri kualitasnya gak kalah bagus “kok msh beli BP diluar Indonesia apa kata dunia” ……

    Posted by Gus Bayu | January 4, 2011, 3:13 pm
  2. ACI
    aku cinta produk “INDONESIA”

    Posted by Antok | April 26, 2011, 8:23 pm
  3. Ya saya setuju banget sama comentnya Gus Bayu kalo memang bener2 Cinta BP dan Cinta sama prodik INDONESIA seharusnya dalam Breding menggunakan indukan dari hasil peternak dalam negeri hanya dalam hal kualitasnya tergantung kemampuan dana untuk dapat cepat atau lambat menghasikan BP yg berkualitas disamping keberutungan.Jadi disamping kualitas juga perlu diperhatikan Turunannya karakter dominan indukannya bagaimana? setelah di silangkan dari hasilnya diseleksi karakter dominan yang baik untuk disilang mendapatkan Karakter Dominan yang Baik yang Permanen dipakai sebagai basic blood ternak Maaf ya ini emang gampang ngomongnya tapi prosesnya sulit dan sangat diperlukan Ketekunan yg luar biasa serta waktu cukup lama,mari kita bersama menekuni Salam Kooong

    Posted by freddy | July 28, 2011, 11:35 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

daftar tulisan

%d bloggers like this: