//
you're reading...
Wacana

PERKUTUT BOOMING ???

Perkutut DKI dot com

Saat ini dikalangan penggemar burung perkutut / kungMania / Perkutut Lovers menyatakan situasi transaksi burung sedang ramai ramainya.

Tertarik dengan kasak kusuk tersebut, perkutut DKI dot com tergerak untuk melakukan survei dengan wawancara dan kuesioner mengenai transaksi burung perkutut secara random dikalangan penggemar maupun pedagang, baik di pasar2 burung,  peternak maupun penggemar2 / klangenan burung perkutut di rumahan.

Hasil dari survei ini, sungguh diluar dugaan, “biasa aja mas”, “sepi”, “lumayan”  “yang rame kan koran / tabloid mas” itulah jawaban2 yang banyak dilontarkan. Dikalangan pedagang di pasar burung malah berkeluh kesah, kalau jual 1 ekor burung perkutut saja dalam seminggu sangat sulit, ironis lagi ada peternak yang didalam 2 tahun ini hanya menjual burung perkutut sortiran (harga @ Rp 30.000 – Rp 50.000., padahal modalnya ratusan juta.

Memang untuk mengembalikan kejayaan transaksi burung perkutut seperti layaknya 10-15 tahun lalu, tidaklah mudah, karena badai H5NI benar2 menghancur leburkan “dunia perburungan”. Akan tetapi kalau hanya itu yang menjadi alasan, rasanya juga keliru, bisa kita lihat penggemar burung berkicau, ayam tarung serta merpati begitu fantastis tingkat kemajuannya dibandingkan dengan penggemar burung perkutut.

Secara sederhana, kita bisa lihat dari harga pangan, dimana harga milet dan gabah untuk burung perkutut tidak pernah stabil, bahkan meningkat terus. tidak seperti  pangan lainnya yang cenderung stabil. Hal ini dapat dikaitkan dengan teori ceteris paribus dalam ekonomi, dalam teori tersebut di katakan bahwa apabila harga suatu barang mengalami peningkatan, maka permintaan terhadap barang tersebut akan mengalami penurunan dan sebaliknya.

Baiklah, kita jangan berkutat dalam permasalahan, mari kita cari penyebabnya. Kemungkinan yang terjadi adalah “orang takut bermain perkutut, terlalu eksklusif”, “orang kecewa dengan lombanya”, atau “istilah trend membuat ketidak jelasan”

Memang transaksi burung perkutut ratusan juta terjadi lagi didalam periode beberapa tahun belakangan, akan tetapi piramida tidak terjadi. Dalam bidang apapun jika akar rumput tidak tergarap, bangunan akan cepat rubuh, Jangan sampai eforia transaksi yang kita adigung adigungkan malah menjadikan larinya penggemar2 burung perkutut rumahan yang merupakan pondasi bagi peternak2.🙂

About nugroho1705

piye kabare bro

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

daftar tulisan

%d bloggers like this: