//
you're reading...
Wacana

PERKUTUT JAWA DI HAWAII

sumber : http://www.inilah.com
oleh :A. Dahana

Jika Anda berkunjung ke Hawaii, di kota manapun, menginap di rumah atau di hotel, setiap pagi pasti dibangunkan oleh nyanyian burung. Atau kalau suka jogging, Anda bagaikan berjalan di taman burung.

Segala jenis burung, mulai dari tekukur, ketilang, burung gereja, burung cantik berjambul merah akan hadir di antara kita. Kebetulan pada Oktober lalu penulis sempat berkunjung ke Honolulu, Hawaii, untuk waktu yang cukup lama.

Dari segala jenis burung yang ada di sana, yang paling menonjol buat saya sebagai orang Indonesia, adalah burung perkutut. Setiap pagi sekitar jam 5 kita pasti mendengar nyanyian perkutut bersahut-sahutan, diselingi suara tekukur.

Perkutut itu burung yang paling populer di Indonesia. Nyanyian burung perkutut yang mendayu-dayu bagaikan membangunkan kita dari mui-mui (bahasa Hawaii untuk tidur). Kicauannya beragam bahkan ada yang dengan bunyi kung-kung-kung yang panjang dan berkali kali. Konon, di Indonesia harga burung perkutut semacam itu sama dengan harga sebuah mobil Mercy. Wah!

Kita tak usah datang ke kontes burung perkutut, karena sepanjang hari, jalan ke mana saja akan dihibur oleh suaranya.

Dari mana datangnya burung perkutut itu?

Menurut cerita seorang kawan, burung perkutut didatangkan dari Jawa kemungkinan sekitar satu abad lalu. Bayangan saya mungkin ada ‘turis’ atau pecinta alam Amerika berkunjung ke Tanah Jawa, dan sewaktu pulang membawa beberapa pasang perkutut sebagai oleh-oleh. Ia kemudian melepaskannya ke alam bebas dan kemudian berkembang biak.

Yang sangat mencengangkan, kehidupan burung dan manusia di Hawaii bagaikan dua dunia berbeda yang hidup berdampingan secara damai. Kemana saja kita pergi, khususnya taman-taman yang bertebaran di seluruh Honolulu, bahkan ke mal atau duduk minum kopi di restoran, apalagi yang terletak di ruang terbuka atau tepi pantai, kita akan selalu menemukan burung.

Mereka jinak, tak takut kepada orang, dan akan selalu mendekat kalau kita membawa makanan atau makanan burung. Bahkan mereka tak takut mematuk makanan dari tangan kita.

Kehadiran burung yang begitu jinak sempat membuat pemerintah kota khawatir akan kemungkinan penyakit hewan terbang seperti flu burung menyerang manusia.

Untunglah Hawaii merupakan sebuah kepulauan terpencil di tengah-tengah Lautan Pasifik yang tidak banyak didatangi oleh migrasi burung. Dan juga koeksistensi damai antara para makhluk terbang itu telah terlanjur terbentuk.

Indonesia sebenarnya surga bagi burung lantaran negeri ini memiliki berbagai jenis binatang terbang itu. Kalau saja mereka tak diburu, dimakan atau ditembaki, hidup berdampingan antara burung dengan manusia seperti yang berlangsung di Hawaii mungkin bisa dilakukan di sini. Mengingat Indonesia adalah sorga burung

About nugroho1705

piye kabare bro

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

daftar tulisan

%d bloggers like this: