//
you're reading...
Liputan Lomba

ADA FAKTOR “X” DI LOMBA ?

Perkutut DKI dot com.

Minggu 27 Juni 2010, kemasan lomba perkutut tingkat Nasional kali ini terlaksana dengan sangat baik oleh panitia, hal ini terlihat dari awal susunan serta  prosesi  yang dijalankan sesuai layaknya sebuah hajatan besar, seperti adanya piala yang bagus, konsumsi yang lezat serta podium yang megah, juga dengan jadwal pelaksanaan lomba yang tepat waktu, pk.08.00 pas.

ULASAN LOMBA DEWASA SENIOR”

Sebuah hajatan besar, seharusnya menghasilkan sesuatu yang besar, artinya  peserta puas dengan jalannya lomba dan juga puas dengan hasil kejuaraan yang ditetapkan.

Kepuasan atas hasil kejuaraan, artinya perkutut jawara yang bertengger di urutan 1 s/d 5 haruslah mendapatkan pujian dari peserta.

Khusus dewasa senior, admin menyaksikan sendiri bagaimana perkutut jawara yang saat ini sedang hangat dibicarakan kungMania mendapat perlakuan berlebihan dari “oknum juri”, bagaimana tidak,  dari syarat bunyi yang terendahpun 3 kali berturut turut sang jawara tidak dapat memenuhinya, perkutut jawara tersebut hanya 1 (satu) kali mengeluarkan suara yang pantas dinilai, artinya 2 (dua) kali bunyi jawara tersebut hanya “dorong” (bunyi tidak maksimal), teman2 di pinggir lapangan ada yang mengatakan bunyi “tanpa suara depan yang buka”, dan konyolnya dengan kondisi ini jawara itu tetap mendapatkan nilai 43½ (3 warna).

Dengan ulasan tersebut di atas, “oknum juri” tersebut terlihat jelas lupa dengan dasar2 penilaian burung perkutut, seperti kita ketahui di dalam tata cara penilaian disebutkan dengan jelas bahwa suara depan yang dapat dinilai adalah (panjang, mengayun, membat dan bersih), suara tengah (bertekanan,lengkap,jelas). Nah dari dua unsur ini saja, sang perkutut jawara sudah tidak dapat dilakukan penilaian yang maksimal, padahal dengan dua unsur inilah suara ujung dan irama akan terbentuk dengan baik.

Demikian ulasan sederhana ini untuk dijadikan renungan kita bersama. “akankah faktor X, selalu mendominasi ?” dan jangan heran kalau peserta lomba perkutut skala Nasional dari dulu sampai sekarang hanya segelintir orang saja.😦

About nugroho1705

piye kabare bro

Discussion

2 thoughts on “ADA FAKTOR “X” DI LOMBA ?

  1. Setelah membaca info ttg Konkurs Nasional HUT P3SI di Balekambang Solo, Tirta Jaya BF mengucapkan rasa syukur dan selamat atas semua burung & pemilik di berbagai kelas lomba dan sukses buat panitia, semoga even nasional selanjutnya di Solo akan selalu meningkat bertambah baik dan PROFESIONAL.
    Mengamati hasil konkurs, Tirta Jaya BF merasa sangat bangga dg hasil para juara yg lolos sbg pemenangnya. Mengapa dmkn, ternyata setelah diamati satu-persatu para pemenang lomba, hanya ada satu saja burung impor, yaitu ring TPP di kelas Piyik senior, artinya 99 % pemenang adalah produk asli peternak Lokal.
    Harapan Tirta Jaya BF, semoga Konkurs Nasional di Solo ini, dapat menjadi langkah awal kebangkitan produk-produk lokal yg mampu bersaing dengan produk impor dan suatu saat nanti dapat ikut bermain di kelas internasional.
    Harapan ini disampaikan krn, sudah tiada keraguan lagi bahwa kualitas produk lokal sudah mulai bermunculan. Selain daripada itu, ekspose yg dilakukan oleh Perkutut DKI dot com. dan Info-perkutut.co.cc (red.Christiyanto) sangatlah membantu dan mendukung eksistensi Kung Mania Indonesia di mata dunia. Faktor pendukung lainnya, yaitu ikut hadirnya peternak-2 papan atas Thailand di saat perhelatan lomba. Berdasarkan info diatas, datang secara khusus di acara konkurs di Solo dan melakukan liputan audiovisual adalah sutradara Amerika Jim de Seve dan asisten Kian Tjong.
    Salam sukses buat seluruh Kung Mania Indonesia dan jangan pernah berhenti untuk mencetak burung-2 kelas Dunia…..
    Thanks to Perkutut DKI dot com. – Christiyanto and goodluck….

    After reading the info about the National contest at HUT P3SI Balekambang Solo, Tirta Jaya BF say gratitude and congratulations on all the birds & the owners in the various classes of competition and success for the committee, hopefully next national event in Solo will always rise gets better and professional.
    Observing the results match, Tirta Jaya BF feel very proud of the champions who qualify as a winner. Why is that, apparently after the observed one by one the winners, there’s only one bird imports, namely TPP ring in the senior class children, which means that 99% of the winners is a genuine product of Local ranchers.
    Tirta Harapan Jaya BF, hopefully the National contest in Solo, can be the first step revival of local products who can compete with imported products and one day be able to play in international class.
    This expectation was delivered because, had no doubt that the quality of local products have started to appear. In addition, vicarious exposure by perkutut-dki.com and Info-perkutut.co.cc (red.Christiyanto) is to assist and support the existence of Kung Mania Indonesia in the world. Other supporting factors, namely the presence of cattle-breeders come to Thailand during the race event. Based on the info above, came especially in the event match in Solo and audiovisual coverage is American director Jim de Seve and Kian Tjong assistant.
    Good success for the whole Kung Mania Indonesia and never stops to print the birds world-class …..
    Thanks to Perkutut DKI dot com. – Christiyanto and Goodluck ….

    Posted by Kunto-Tirta Jaya BF | July 4, 2010, 10:44 pm
  2. Walah-3 ada apa lagi toh Bung Admin, pulang lomba nasional dari Solo kok ngrundel, harusnya keluhannya disampaikan pada saat lomba biar semuanya jelas mulai dari penilaiannya termasuk oknum jurinya bisa diambil tidakan jika memang itu benar adanya, ya sudah karena web site ini tempatnya kita utuk berkomunikasi, tukar pikiran , saran-2 n ngrumpi yang cerdas agar kita dapat menambah wawasan demi kemajuan P3SI lah yo monggo kita bahas. Mengkopipaste keluhan Bung Admin meskipun saya tdk melihat dan mendengar sendiri sang jawara yg sedang naik daun , yang namanya jawara sudah pasti suara Depan, Tengah dan Ujungnya pasti bagus semua (maksutnya nilainya maximalnya 9 semua) kalau dari ke tiga unsur suara tersebut bagus, maka minimal nilai unsure Irama dan dasar suaranya minimal 8,5 jd kesimpulannya nilai burung tersebut adalah Depan 9, Tengah 9, Ujung 9, Irama 8,5 dan Dasar suara 8,5 jadi untuk sementara nilainya 44 (4 Warna), nah kondisi yang ada diapangan bunyinya bagaimana? apa bila burung tersebut depannya ndorong atau tdk maksimal berarti depannya hanya 8,5 jadi nilai burung jawara tersebut hanya 43,5 (3 warna), nah yang menjadi masalah dan sering dipertanyakan adalah jumlah persyaratan bunyi yang harus dan wajib dibunyikan bagaimana? Kriteria penilaian P3SI menyebutkan bahwa utk mendapatkan nilai 43,5 (3Warna) maka burung wajib berbunyi 5 kali berturut-turut, contoh burung jawara tsb sdh mendapatkan niali 43 (2 warna) namun burung jawara tersebut setiap satu kali angkatan anggung, burung berbunyi hanya 2 s.d 3 kali saja, kemudian berhenti lama , berbunyi kembali malah 2 kali saja maka burung tersebut belum layak dinaikan untuk 3 warna dengan alasan bunyinya belum mencukupi (memang secara kualitas burung jawara tersebut layak 3 warna bahkan lebih dari 3 warna). Atau sebaliknya setelah mendapat nilai 2 warna, burung jawara tersebut berbunyi 5 s.d 6 kali berturut-2, dari bunyi tersebut yang layak kualitas 3 warna hanya 3 kali saja, sisanyanya ndorong-2 ( tidak maksima)l maka burung tersebut layak dapat tambahan nilai ¼ saja, jadi nilainya menjadi 43 ¼ (2 warna plus hitam). Tetapi bila burung tersebut memang layak memenuhi kualitas dan persyaratan wajib yang dibunyikan, maka sebaiknya berikan nilai yang maksimal sesuai kualitas dan persyaratan wajib bunyinya dan nilainya jangan ditahan-2 dengan alasan yg nggak masuk akal. Gitu kira-2 Bung Admin pendapat saya semoga bermanfaat …

    Posted by GGus Bayu | July 4, 2010, 10:52 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

daftar tulisan

%d bloggers like this: