//
you're reading...
Wacana

PERKUTUT OH….. PERKUTUT


BARU MERANGKAK SUDAH TIDUR LAGI

 Perkutut DKI dot com

 Dunia perkututan ini memang aneh bin ajaib, semua selalu berseloroh atau serius atau canda mengatakan, “sekolah perkutut mahal”, atau “samassss…., saya dulu juga abis banyak”. Entah apa namanya ini, kebanggaan, pengulangan atau bentuk keputus asaan. Malahan ada temen yang ekstrim bilang main perkutut ini ibaratnya memiliki moto “mencari korban berikutnya”, atau yang lebih konyol lagi sering kita dengar “jangan lu kasih yang bagus dulu, nanti keburu pinter”. Ampuuuun, ampuuun,  aneh bin ajaib, selanjutnya begitu sudah pada pinter terjadilah jeruk makan jeruk, asyiik kan🙂

 Ayo kita kaji lebih dalam (kata ebiet.g.ade). kalau kita pernah mengalami kebangkrutan di bidang apa saja, tidak hanya perkutut, normatifnya, kita tidak akan memberikan resep kebangkrutan kita ke orang lain, betul tidak? ”, nah dari sini saja, seloroh di atas mengenai “sekolah perkutut mahal” dan “saya juga abis banyak”  tidak perlu terjadi, kenapa, ya karena yang disebutkan tadi, bentuk bentuk kebangkrutan tadi seperti di amini untuk ditularkan, kalau bahasa kerennya seperti MLM (yg negatif lho), ada up line (atasan yang pernah bangkrut) dan ada down line (yang akan bangkrut)

 Kebangkrutan, wah istilahnya kurang sip ,kita ganti saja istilahnya kegagalan. Nah kegagalan dalam “bermain” perkutut ini bila kita urai memilki beberapa penyebab, antara lain :

Karena prilaku pemain2 itu sendiri.

  1. Up line tidak memberikan tip dan trik memilih perkutut yang bagus (pelit ilmu atau ilmunya memang cukup, atau memang belum pantas jadi up line, atau merasa inilah bisnis atau lebih ekstrim lagi “egepe, emang gue pikirin”, atau…..).
  2. Down line merasa lebih pintar dari up line (jadinya nafsu, atau memang sok tahu, atau juga merasa banyak duit, atau ekstrimnya lagi “merasa” lebih dulu mengenal perkutut dari pada up linenya, atau….)

Karena “wadah” untuk gagal memang ada.

  1. Lomba Piyik, nah ini sepertinya juga jadi faktor penyebab yang ikut “nimbrung” di dunia kegagalan bermain  perkutut, kenapa?,  wong kita semua sudah tahu dan sering mengatakan kalau piyik pasti berubah , tapi kok dilombakan. Harusnya latber aja tanpa kejuaraan, sekedar latih piyik untuk jalan2, diskusi sama juri2, ngeriung, uang tiket buat makan2 aja lebih sip. Dari pada abis lomba nyari  piyik perkutut yang harganya puluhan juta  supaya menang,walaupun tahu pasti akan berubah. (tapi bagi pebisnis ya suka aja, tapi bagi pecinta seni suara, rasanya tidak etis)
  2. Lomba Latber yang dijadikan arena petarungan, lha namanya saja “Latihan Bersama”, kok suasananya seperti adu banteng. Dimana mana yang namanya latihan ya melihat / mendengarkan / berlatih untuk menjadi lebih baik,  ada sharing, diskusi untuk kemajuan bersama dalam meraih gelar yang lebih tinggi (regional, Nasional, bahkan Internasional…..).

 Demikian ulasan sederhana ini dilontarkan, yang tujuannya juga sederhana, supaya jangan semakin banyak penggemar perkutut yang “tidur” lagi, yang rugi ya kita semua. Atau jangan sampai nanti kita ganti judul “LOMBA SENI BISNIS BURUNG PERKUTUT”, atau kita tidur lagi seperti waktu badai flu burung, karena kita baru aja merangkak, nanti seperti kata mbah Surip, tiduuur lagiiiii, gawaaat

🙂

About nugroho1705

piye kabare bro

Discussion

2 thoughts on “PERKUTUT OH….. PERKUTUT

  1. Setuju Bung Nug… jadi harapan Tirta Jaya BF kpd seluruh Kung Mania Indonesia… khususnya para senior, antara lain : 1. Bantu, bimbing dan berikan burung terbaik yg mampu terbeli oleh para pemula kita, shg pemula merasa puas dg yg mereka dapatkan. Dgn kepuasan inilah, maka para pemula akan terpacu utk belajar dan akan memotivasi utk memiliki burung-2 yg terbaik ( Drmn dpt brg terbaik… ? pastinya ya… di peternak donk….) 2. Bagikan ilmu perkutut yg anda punyai, jika ada pemula atau kawan yg memerlukan. Jangan pernah merasa was-was atau takut tersaingi utk berbagi ilmu, krn semakin kita berbagi (Sharing) suatu ilmu kpd orang lain, maka ilmu kita akan selalu bertambah secara otomatis. Buktikan !! 3. Lomba piyik, mrpk wadah uji coba hasil produk para peternak perkutut, disinilah akan melihat, mendengar dan menguji mental serta kualitas dan kestabilan seekor piyik perkutut. Apakah piyik juara akan ttp mjd juara di dewasanya kelak. 4. Latberan sangat penting bagi perkutut lomba. Arena Latber utk wil. korwil Jabodetabek saat ini msh terbatas. Selain drpd itu, tidak semua peternak memiliki arena buat melatih burung. Oh ya, usulannya adl tolong dibuatkan kolom informasi tempat-2 latber beserta jadwalnya. 5. Sangat setuju dan mendukung, apabila Forum ini bisa dilaksankan di seputar Jabodetabek. Mungkin teknisnya bisa dilakukan saat stlh pelaksanaan lomba usai. dengan tema “ASAH-ASIH-dan ASUH” seputar dunia Perkutut. Semoga bermanfaat….

    Posted by Kunto-Tirta Jaya BF | June 17, 2010, 10:49 pm
  2. setujuuu sekali…..itu baru namanya pelestari,sekaligus penggemar sejati…tidak terkontaminasi untuk bisnis semata…bisnis oke tapi karena namanya juga burung spiritual ya harusnya batin dan spiritual lebih dikedepankan dong…..jangan uangnya yang diprioritaskan sampai mengabaikan nurani asal laku asal menang…wah..itu sih sama aja moral bobrok….

    Posted by ongky | June 22, 2010, 12:20 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

daftar tulisan

%d bloggers like this: