//
you're reading...
Wacana

EKSPOR “SI SARI ENGKEL ????

perkututDKI dot com


Kebanggan kita, selalu terucap saat bicara mengenai sejarah perkutut, “asalnya dari indoensia”, “dulu dibawa pekerja kita ke thailand”, sampai2 sebuah buku khusus perkutut mengatakan hal yang sama.

Apa ini kebanggaan semu ?, “YA”. bagaimana tidak, harusnya dulu dibawa pekerja kita, artinya walaupun tidak secara langsung, akan tetapi dapat dikatakan sebagai komoditas ekspor, tapi apa yang terjadi sekarang, justru kebalikannya, kta mendatangkan ratusan bahkan ribuan ekor perkutut hanya untuk menjadi kebanggaan.

Kita ini seperti katak dalam tempurung, di negera tetangga, sari engkel menjadi suatu icon bagi seorang pecinta perkutut, sementara di kita sari engkel sebagai musuh bersama, tersia siakan (tetapi di toleransi untuk bahan ternak). dengan ulasan ini, kenapa kita tidak memproduksi sari engkel yang sesuai dengan parameter kesukaan negara tetangga.

Bagaimana mulainya, ya seperti wacana 2-3 tahun lalu untuk mengadakan lomba khusus sari engkel (ya mungkin dengan syarat bunyi yang lebih banyak). Bila ini berjalan tempurung kita akan terbuka bahkan mungkin kita akan melakukan lomba bersama setingkat Asean, persaingan terjadi, akhirnya ekspor, baru kebanggan itu kembali. Seperti lagu kembalikan engkel ku padaku.

 

Mimpi kali ye…………………🙂

About nugroho1705

piye kabare bro

Discussion

13 thoughts on “EKSPOR “SI SARI ENGKEL ????

  1. Tidak juga bung…
    cuma engkel/sari yang sesuai dengan ketentuan pakem lomba saat ini sudah jarang ada bung…

    Posted by andy | June 3, 2010, 10:24 am
  2. komen balik sob….

    Posted by hidayat | June 3, 2010, 12:10 pm
  3. bung Andy benar bgt, makanya dicoba ya bung

    Posted by noe | June 3, 2010, 6:12 pm
  4. Setuju mas noe.., sebab suara sari-engkel yg enak didengar sesuai dengan kriteria pakem kita (P3SI),
    1.Suara depan, panjang, mengayun/membat, bersih
    2.Suara tengah, bertekanan, lengkap dan jelas.
    3.Suara ujung, bulat,panjang dan mengalun.
    4.Irama, senggang, lenggang, elok dan indah.
    5.Dasar suara, tebal, kering, bersih/jernih/sengau (ng)
    Dan mnrt analisa saya,
    1. Peserta lomba akan lebih banyak (tua-muda)
    2. Berpengaruh positif kpd para peternak, krn sari-egkel masih bisa
    dilombakan.
    3. Terbuka peluang pasar di Thailand
    4. Secara umum harga akan lebih terjangkau khususnya untuk para
    pemula
    5. Dapat menjadi proses pembelajaran bagi para pemula
    6. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi mikro (peternak dan pasar
    Burung) dan Makro (Devisa negara dg adanya ekspor-impor burung)
    7. Meningkatkan daya jual assesoris dan sangkar burung shg memacu
    pertumbuhan dan kreatifitas para pengrajin sangkar & assesoris.
    8. Kebutuhan makanan burung pasti meningkat,shg petani akan ber-
    usaha meningkatkan hasil panennya.
    9. Dan masih banyak lagi efek samping yg positif lainnya.
    Catatan :
    1. Junjung tinggi setinggi-tingginya SPORTIFITAS dlm perlombaan, baik
    juri maupun peserta.
    2. Mohon kpd P3SI untuk dapat membantu akses mobilisasi burung baik
    antar daerah/propinsi dan ekspor-impor, terkait dg issue Flu burung.

    Maaf.., jadi banyak tulisannya…. Sukses utk P3SI dan Kung Mania seluruh Indonesia….

    Posted by Kunto-Tirta Jaya BF | June 4, 2010, 11:58 pm
  5. Betul Mas Kunto, saat ini Pakem perkutut diremehkan, cara menilai yg dipersulit, terlena dengan produk import, kurangnnya sportifitas, hasilnya yg seperti kita saksikan skrg

    Posted by noe | June 7, 2010, 7:34 pm
  6. Setuju dengan Pak Moderator dan Bung Kunto. Seperti biasa kita selalu terlena dengan barang2 import dan lupa dengan potensi dan kelebihan yang kita punya. Lagi pula, di kriteria penilaian suara perkutut yang dikeluarkan oleh P3SI rasanya tidak mengatakan harus bersuara “double” atau lebih bukan ?

    Posted by Hendra Latif Kasmara Simatupang | June 8, 2010, 12:53 pm
  7. Terima kasih, semoga ulasan saya, bisa mjd salah satu motivasi utk diadakannya lomba Sari-Engkel. Pertanyaannya, kapan merealisasikan membuka kelas Sari-Engkel ? Harapannya, semoga Korwil DKI bisa menjadi pelopor dan sponsor di kelas ini. Setahun yg lalu, saya pernah memperbicangkan hal ini dg Bpk. Ujang PS-Jogja. Beliau sangat berharap dibukanya kelas Sari-engkel ini. Usulan : mungkin perlu sosialisasi dahulu, krn saya yakin pasti ada pro-kontra pendapat ttg hal ini.Sukses buat Korwil DKI dan salam kompak selalu utk kemajuan dan kejayaan Kung Mania Indonesia…

    Posted by Kunto-Tirta Jaya BF | June 8, 2010, 10:16 pm
  8. Sebenarnya klo kita simak bersama kriteria Pakem kita sudah sangat-2 canggih dan dapat menjadi acuan semua katagori suara BP, mau engkel,satu setengah,dobel,dobel plus sampai triple sekalipun dapat dinilai secara rinci, nah sekarang kita lihat dulu engkel atau sarinya bagamana dulu? Klau semua unsur suara (Depan, tengah, ujung ds suara dan irama) memenuhi persyaratan ya why not, mau dobel plus kek engkel klo kalo unsur suaranya pendek-2, cepet ya kelaut aj (maksutnya g usah dilombain) bikin sepet dimata n ngotorin-2 kuping juri aj. Tapi klau Engkel sengang-2, volume gede n cowong n ujung pangjang (KLAO KE ..TE … KUOOONG) mahal harganya,gitu coment saya nyo ..

    Posted by Gus Bayu | June 9, 2010, 7:51 am
  9. Sebenarnya klo kita simak, kriteria Pakem seni suara BP kita sudah sangat-2 canggih dan dapat menjadi acuan semua katagori suara BP, mau engkel,satu setengah,dobel,dobel plus sampai triple sekalipun dapat dinilai secara rinci, kriteria yg ada di AD/ART P3SI sungguh-2 sdh sangat lengkap mendekati sempurna dan tak terbantahkan (dikomplen) banyangkan saja Setiap 1 unsur suara dibagi menjadi 3 bagian dan masing-2 bernilai 3. Contoh Depan hrs panjang,ngembat dan bersih, suara tengah bertekanan, lengkap (ada 2 not Ke Ke dan atu Te ) Jelas (kata-2nya terdengar jelas) dan seterusnya seperti ditulis komentator sebelumnya. nah sekarang kita lihat engkel atau sarinya yang bagamana dulu? Klau semua unsur suara (Depan, tengah, ujung ds suara dan irama) memenuhi persyaratan layak lomba ya dilombakan saja, meski demikian tidak menutup kemungkinan suara engkel tsb bs mengalahkan suara doble plus ya biasa-biasa aj. jadi kesimpulanya mau burung Import dari Bangkok, Lokal Indonesia, mau dobel plus, engkel klo kalo unsur suaranya pendek-2, cepet n rapet ya kelaut aj (maksutnya g usah dilombain lah, tp cukup buat klangenan di rmh) krn bikin sepet dimata n ngotorin-2 kuping juri aj. Tapi klau Engkel sengang-2, volume gede n cowong n ujung pangjang (KLAO .. KE ..TE … KUOOONG) mertua lewat aja g tahu kita n harganya jg mahal tuh,nah utk itulah peternak dituntut utk kreatif menciptakan burung berkualitas. gitu coment saya Bapake Nugroho e …

    Posted by Gus Bayu | June 9, 2010, 8:54 pm
  10. Kunto-Tirta Jaya BF
    Setuju dan sepaham dengan Gus Bayu, namun saat ini utk melangkahkan kaki ke lapangan dg membawa burung sari-engkel rata-2 udah minder duluan, krn trend skrg dobelplus & tripel dg ujung panjang. Harapan saya, mmg sebaiknya kelas sari-engkel bisa dibuka. Oh ya, sedikit mau bertanya kpd Kung mania, Apakah kestabilan suara dr burung sari-engkel yg (KLAO .. KE ..TE … KUOOONG) dan memenuhi Kriteria P3SI bisa mengalahkan brg yg memiliki suara tengah biasa aja tp tengkungnya panjang ? Pengalaman di lap, yg terjadi skrg, asal tengkung panjang, kriteria penilaian suara depan dan tengah cenderung diabaikan/asal dinilai, atau kadang brg barusan dpt 3 warna, e… ternyata bunyi lagi langsung patah tengkungnya, kejadian spt ini pernah saya liat dilapangan. Mohon masukan utk menambah wacana saya yg masih pemula ini. Sebelum dan sesudahnya diucapkan terima kasih…

    Posted by Kunto-Tirta Jaya BF | June 11, 2010, 5:23 pm
  11. Untuk Bung Kunto Tj BF dan para kung mania pemula semuanya, Salam Kenal sebelumya, ini hanya cerita dari kung mania senior-2/pendahulu kita kepada saya waktu saya masih jadi pemula, menurut senior-2 kita, kriteria pakem suara burung perkutut dahulu yang dinilai hanya 3 item suara yaitu Depan,Tengah dan Ujung (KLAO.. KE-TE..KUNG) karena perkembangan jaman dan atas tututan kung mania maka kriteria penilaian harus ditambah 1 item yaitu “Irama” dengan alasan yang membedakan bagus tidaknya burung adalah di iramanya, maksutnya cara membunyikan dari suara Depan ke suara Tengah dan dari suara Tengah ke suara Ujung pasti terbentuk irama yang bagus maupun jelek. Jaman semakin berkembang dan permintaan./tuntutan pasar juga bertambah, lantas munculah penambahan kriteia 1 item lagi yaitu “Dasar Suara” dengan alasan, gede kecilnya, tebal tipisnya, cowong dan tembus tidaknya suara adanya di Dasar suara, dan sampai detik ini pun yg dinilai dalam konkurs masih tetep 5 item seperti tersebut diatas. Demikian juga terhadap jenis atau klasifikasi suara , orang jawa bilang “Tu Tuk an atau Ketukan atau Jalanya” , Jaman dahulu punya Burung Perkutut (BP) jalan “Engkel’ depannya narik, tengah senggang dan ujung panjang (Klau .. Ke .. Te .. Kuooong) persis kayak kita punya mobil mercy baby bens, hal ini dikarenakan rata-2 burung engkel yg mendominasi kala itu adalah engkel yang biasa-2, depan kotor (unsure “R”), tengah rapet, ujung pendek, cepet lagi. Nah seiring dengan ramainya penggemar BP, banyak para kung mania yang menginkan BP Bangkok dilombakan dan untuk diternak, maka itu dimanfaatkan oleh para importir burung bangkok utk mengimport burung-2 bangkok. Dari tahun ketahun semakin banyak kung mania untuk menangkarkan burung-2 bangkok, maka bermunculan jenis sura BP yg baru yaitu jalan Satu Setengah, Tengahnya senggang-2, dan ujung panjang kalau dibunyikan (Klau .. Ke ..Te ..Pek ..Kuooong) kalau di Ibaratkan mobil yaitu Mobil mercy S. 200, nah klau kita dihadapkan pada kualitas suaranya sama persi kayak engkel diatas akan tetapi jalannya nambah setengah ketukan (satu setengah) sudah barang tentu pasti akan memilih yang jalan satu setengah tersebut. Jika kualitasnya sama kayak satu setengah tapi jalannya nambah setengah lagi (dobel) pasti nilainya akan lebih tinggi yang jalan doubel begitu seterusnya sampai keluar istilah jalan 7 “doubel plus” sampai tripel. Nah kembali ke pertanyaan Bung Kutho sebelumnya : KLAO .. Ke ..Te .. KUOOONG maka nilainya adalah: klau (Depan 9, Tengah 8,5, Ujung 9, Irama8,5 Dasar suara 8,5) jadi total nilai 43,5 atau 3 warna, Kalau Dobel biasa-2 ujung panjang klao dibunyikan Au, TETE-TETE Kuoong (Au 8,5 krn nyongket/tidak membat, TE-TE TETE 8,5 krn rapet, Kuoong 9, Irama 8,5 dan dasar suara 8,5 ) jadi total nilai 43 atau 2 warna saja. Jadi sangat tidak benar yang suara Engkel , satu setengah Ujung Panjang pasti kalah dengan yang burung dobel plus, tripel, Ujung panjang. Kebanyakan dilapangan suara Engkel, Satu setengah seperti terseeut diatas sudah jarang ada dan kebanyakan Engkel, Satu setengahnya biasa-2 aja dan cenderung mager/monoton. Singkat cerita, Engkel Bagus dibandingkan Satu Setengah Bagus nilainya lebih tinggi Satu Setengah Bagus, Satu Setengah Bagus dengan Dobel Bagus pasti nilainya lebih tinngi yang Dobel bagus dan seterusnya, nah setelah kualitas suara Bagus dibandingkan maka selanjutnya yang dibandingkan adalah “BANYAKNYA BUNYI’ kewajiban bunyi yang harus dibunyikan oleh BP tersebut., ini sangat penting karena untuk membedakan dalam menentukan “maximal nilai” kualitas suara BP.Bagi para pemula yang ingin mengetahui lebih dalam tentang pakem dan system penilaian suara BP silahkan menghubungi pengurus P3SI terdekat (Korwil, Korda atau Subkorda terdekat dirumah anda untuk minta difoto copikan AD/ART P3SI). Demikian masukan dari saya semoga bermanfaat dan menjadi masukan sebelum berlomba. Trimakasih.

    Posted by Gus Bayu | June 12, 2010, 7:51 pm
  12. Salam hormat untuk Gus Bayu, terima kasih banyak atas informasi dan penjelasan yg disampaikan melalui web perkutut-DKI.com ini. Sangat-sangat jelas dan mudah dipahami kalimat yg Gus Bayu tuliskan, semoga yg sekelumit ini, bisa menjadi modal panduan awal bagi Kunto dan para pemula Kung Mania Indonesia untuk tetap berani dan berusaha menampilkan Jagoannya di arena lomba-lomba regional maupun Nasional tanpa harus merasa minder dan berkecil hati. Jika kita yakin dg jagoan kita layak utk dilombakan, silahkan langsung di ikut sertakan dlm lomba, krn di saat lomba inlah kita tahu kemampuan Jagoan kita melalui penampilannya dan nilai yg didapat dr ke-5 item standart criteria lomba (Depan, Tengah, Ujung, Irama dan Dasar Suara). Bagaimana menurut Gus Bayu…. ? Kalo ada yg salah/kurang Pas, mohon dikoreksi. Untuk selanjutnya, mungkin Kunto akan banyak bertanya/sharing untuk segala sesuatu ttg BP dan perkembangannya. Bolehkan…?! Sekali lagi terima kasih buat Gus Bayu…. dan semoga perkutut-DKI.com makin banyak pengunjungnya… amin..

    Posted by Kunto-Tirta Jaya BF | June 14, 2010, 5:25 pm
  13. Setuju skali dg Gus Bayu. Katakanlah ada dua burung yg sama2 bagus. Katakanlah saking sempurnanya keduanya dapet nilai mentok 45. Satunya engkle dan satunya doble dan sama-sama stabil kerjanya.

    Saya kira sudah sepantasnya yang doble juara karena burung dengan tengah banyak untuk bisa bunyi bagus dan stabil lebih sulit di banding yang engkle.

    Lagi pula kalau menurut saya makin banyak tengah, makin enak di dengar jika kualitasnya sama-sama bagus.

    Posted by nugroho | March 10, 2011, 7:24 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

daftar tulisan

%d bloggers like this: