//
you're reading...
Wacana

DEWASA JUNIOR DAN SENIOR HILANG ????

LOMBA KELAS DEWASA BEBAS

Beberapa gelaran lomba yang diadakan Korwil Jabodetabek telah mendapatkan respon cukup menggelitik oleh beberapa kalangan pemain. Admin yang mendengar langsung keluhan dari teman teman kungMania, mengatakan “dewasa bebas, apa hanya karena ingin mengirit biaya piala?”, “Kebiasaan yang sudah berjalan dewasa junior dan senior jangan di rubah”.

Mari kita dudukan masalah ini dengan kepala dingin.pertama mengenai “pengiritan” biaya, tidak bisa tidak ‘YA” untuk jawabannya, hal itidak dapat dihindari, dalam hal acara umum apapun,semua panitia penyelenggara akan berusaha meminimalkan biaya yang akan dikeluarkan, dengan catatan tidak mengurangi keutuhan / konten acaranya.

Kedua, masalah “kebiasaan” dengan kelas dewasa junior dan dewasa senior, memang sesuatu hal yang mengalami perubahan akan terjadi gejolak, namun kita harus menyadari, bahwa dari awal adanya konkurs perkutut, tidak mengenal istilah junior senior, yang dikenal adalah kelas “DEWASA”, coba kita tanyakan pada senior2 kita yang bermain di bawah era tahun 80 an, setelah megalami perubahan di era tahun 90 an, dimana kelas dibagi menjadi junior dan senior, terjadi gejolak. Akan tetapi setelah dirasakan lebih “menguntungkan” oleh beberapa pihak, maka model ini berjalan lancar sampai sekarang. Apa yg Admin maksudkan dengan ‘menguntungkan”, ya, kita tidak perlu menutup mata untuk hal ini, banyak dikalangan kita yang merasakannya, seperti contoh, “yang penting dapat piala”. “yang penting bos senang” “yang penting pemula happy”, karena apa, ya di junior ini kadang penilaian lebih ringan, teriakan2 “ini junior bos”, yang notabene di dlm AD/RT, junior atau senior tidak dibedakan dalam persyaratan baik kualitas maupun kuantitas bunyi. nah inilah budaya budaya yang seharusnya sudah mulai kita tinggalkan, karena kalau ini terus terjadi,maka kran import akan terus deras membanjiri “negara yang dianggap asal burung perkutut ini”.

Atas ke dua hal tersebut, kita dapat sinergikan menjadi suatu “pondasi” yang kuat untuk menjadikan bangsa kita sebagai adidayanya perkutut berkelas.Apa dasarnya, mari kita rasakan jika kelas dewasa menjadi satu kelas, pastinya sang juara akan lebih bergengsi,dengan memenangkan konkurs dari 4 atau 6 blok yang dipertandingkan. Sekarang bagaimana dengan junior, nah untuk mengakomodirnya kita jadikan satu saja dengan Piyik Senior (kerek full) , karena pada kenyataannya, kelas ini (piyik senior) rata2 yang dilombakan juga burung2 “sepuh”.
Walaupun untuk di bandingkan dengan thailand kita masih jauh, mereka bisa 500 s/d 1,000 burung yang diperlombakan. Akan tetapi kalau kita tidak memulai dari sekarang, kapan lagi kita untuk tidak menjadi bahan tertawaan bangsa lain.

Demikian suatu pemikiran yang sederhana dilontarkan. Wacana saja rek, tapi kalau berjalan yaaa…🙂

komentar Gus Bayu
Waduh Gus Asmin iki piye to, klo ada wacana yg mundur kebelakang mbok yo wis cuekin aja g usah dibahas gitu loh, Memang betul dulu cuman ada kelas lomba Dewasa doang karena yg siap lomba n suaranya berkualitas lomba hanya burung-2 Bakong Import makanya peserta lomba/kung manianya sedikit, nah seiring dengan perkembangan jaman kan banyak penangkar bermunculan sehingga banyak pula Burung-2 hasil produk sendiri. agar produk sendiri bs berlaga mangkanya dibuka klas Dewasa Yunior dan Senior, kelas tersebut ternyata direspon positiv olh kung mania, hal tersebut berlanjut ke lomba utk burung piyek (coklat dan yunior) bahkan terkadang panitia menyelipkan kelas piyek senior semata-2 utk melayani keinginan kong mania. Nah klo hal-2 positiv yg sudah satle terus mau dirubah-rubah lagi apalagi mundur kebelakang kepriben to Gus Asmin. Menurut hemat saya, kelas lomba dewasa “Yunior – Senior” mau dibikin cuman 1 klas aja “Dewasa Bebas” itu ulah Panitia dengan pertimbangan Piala cuman pesan 1 klas saja n tdk perlu banyak tenaga Juri. Kira-2 gt Gus Asmin Tq.

About nugroho1705

piye kabare bro

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

daftar tulisan

%d bloggers like this: