//
you're reading...
Wacana

KONKURS BERMARTABAT

perkutut DKI dot com

Kutipan wawancara

Ketua Korwil Jabodetabek dengan Majalah Burung PAS.

Memajukan semua komponen perkutut agar peserta konkurs dapat lebih berberbudaya, sopan santun dan bermartabat.

Gagasan ini diharapkan menjadi embrio pengetahuan yang jelas sehingga kedepan pemula dan peternak selalu bertambah, bila mengikuti penilaian seni suara yang baik, dan obyektif. Jadi biar mereka lebih paham sehingga para pelomba yang baik itu tidak hanya sekedar dongeng.

“kemudian juga kenapa saya mengatakan demikian ? sebab “maaf selama ini konkurs yang mengandung nilai seni masih jauh dari cita –cita para pendiri dulu, penurunan itu terlihat jelas, terbukti setiap ada gelaran masih saja ada suara teriakan menekan kinerja juri.

Selanjutnya apabila setiap acara terlihat santun dan baik, maka pemain, peternak,calon pembeli burung, juga akan bermartabat pula. Didalam konkurs yang bermartabat tersebut Kita dapat mengetahui kwalitas burung secara maksimal, selain itu jelas bila burung yang dilombakan kurang layak, juga jelas tidak mungkin mendapatkan  juara, bila memang tidak berkwalitas atau meleset dari pakem penilaian, “ungkap Djoko Saksono bernada serius,

MENENTRAMKAN HATI DAN MENAMBAH RELASI

Menurut pengalaman Djoko Saksono apabila kungMania bisa lebih sopan, bermartabat saya yakin hasilnya akan membuat langkah menjadi tenang, sebab konkurs di gelar yang pertama kali dulu, juga mengandung maksud dan tujuan menyatukan para penggemar yang disingkat MATARAM : (M) Manuk (A) Agawe (T) Tentram ( A.) Angudi  (R ) Rasa (A). Anggampangke (M) Memitran,

 “Nah pendek kata, melombakan burung perkutut itu yaa.. harus ada jiwa tentramnya dan berusaha merasakan, serta dapat mempermudah dalam mencari kawan atau mitra, jadi jangan kaget, kenapa saya sampai ngomong demikian ? karena sejak tahun 1959, saya sudah mengikuti seperti ini dengan Ayah saya, dan hasilnya benar dapat sebagai hiburan,karena tanpa teriak telah ada sejak tahun 1953 yang silam di daerah Mataram atau Jogja, dengan konkurs yang sangat sopan serta santun. lanjut Djoko Saksono  diakhir wawancara

 

About nugroho1705

piye kabare bro

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

daftar tulisan

%d bloggers like this: