//
you're reading...
Hobby dan Lomba

MERAWAT “kutut” PERJAKA

Perkutut DKI dot com,

PERAWATAN  BAKALAN MUDA  Bagian I

Dalam suatu acara di jawa tengah, admin berkesempatan mewawancarai Mbah Kakung mengenai soal perawatan burung klangenan para Raja Jawa ini. Walaupun sudah sangat terbata bata dalam pengucapan,admin berusaha menerjemahkannya dengan baik. Berikut cuplikan singkat wawancara eksklusif dengan Mbah kakung.

 Admin          :  Mbah, kenapa perkutut susah sekali jinaknya ?

 Mbah Kung :

Perkutut memilki sifat dasar yang “liar”,dalam arti, berapapun   lamanya kita memelihara dan mencoba untuk menjinakkannya, sifat2 itu akan tetap ada. Sementara kita semua berharap agar perkutut kesayangan dapat jinak dengan kita dan mengeluarkan suara merdunya tanpa ada rasa takut oleh lingkungannya.

 Admin            :  Bagaimana cara menjinakkannya Mbah ?

 Mbah Kung    :

khusus untuk perkutut bahan untuk umur 5-6 bulan),diperlukan perawatan hariansecara rutin

  • Tempatkan perkutut pada tempat yang sering dilalui orang di rumah.
  • Berikan makanan yang dia sukai hanya 1 (satu)  sendok teh rata, setiap harinya.
  • Berikan minum hanya sedikit dalam 1 hari (2 sendok makan saja) pagi dan sore hari
  • Sering seringlah bersiul atau bersenandung di dekatnya, terutama pada saat membersihkan sangkarnya.

 Admin             : Apa tidak sakit bahkan mati Mbah ?

 Mbah Kung     :

Kan kita mau perkutut bersuara bagus, bukan  mau pelihara perkutut potong. Sama sekali tidak, sebab perkutut pada dasarnya kuat tidak makan sampai 5 hari dan tidak minum sampai 2 hari.

 Admin          : Lalu Mbah, hanya itu ?

 Mbah Kung      :

Itu baru membiasakan perkutut untuk mengenali “bos” nya saja, artinya tiap kali ia lapar  haus dan mau makan atau minum ia akan tahu kapan waktunya dan siapa pemiliknya.  Ini bisa kita lihat dari tingkah laku sang jagoan kita ini. Secara fisik ia sudah mulai mengenali sang bos, tetapi ia membutuhkan lagi sentuhan halus dari tangan kita, untuk itu

  • Biasakan untuk memandikannya 1 (satu) kali dalam seminggu pada hari Kamis. Setelah dimandikan jangan dijemur dibawah terik matahari, angin2kan saja (penting)
  • Cara memandkan yang benar,  sampai  kulit dibalik bulu basah semua dan tidak terdapat sisa sisa kotoran yang mengendap, untuk benar tidaknya saat kita memandikan, dengan melihat kemerahan kulitnya.

 Admin          : Wah menarik juga, tapi repot banget ya Mbah ?

Mbah Kung      :

Ya itu resiko dari hobby, masa kita beli dengan harga mahal, perawatan maunya yang murah, ya harus lebih mahal lah, itu kan baru mahal waktu. Bisa saja diserahkan ke seseorang yang kita percaya untuk merawatnya, toh sama saja.

 Admin          : Bagaimana agar jagoan kita mau bunyi di tiang kerekan Mbah ?

 Mbah Kakung    :

Ini yang sangat penting, dalam hal mengerek burung untuk jaman sekarang, jangan disamakan dengan burung perkutut jaman lokal yang hampir setiap hari kita kerek, sebab perkutut jaman lokal itu terbiasa hidup di alam bebas dan tidak mengenal cuaca, ketinggian, dsb. tetapi untuk sekarang, cukuplah seminggu 3 (tiga) kali maksimal kita kerek. Prosesi sebelum kita mengerek ada hal2 yang harus kita perhatikan.

  • Malam hari (selasa atau sabtu) sebelum esoknya dikerek,  dengan tangan basah, pegang dan elus-elus jagoan selama ± 10 menit
  • Kerek 2 (dua) kali dalam seminggu pada hari rabu dan minggu (baik lomba maupun tidak)

 Admin          : Mbah, itu tadi baru perawatan harian, bagaimana dengan vitamin dan lain sebagainya ?

Mbah Kung      :

Secara singkat, hampir sama dengan rawatan harian, tetapi karena jaman sekarang polusi sudah demikian tinggi, maka perlu kita perhatikan kesehatan fisik sang jagoan,untuk itu kita perlu memberikan perhatian ekstra ketat.

  • Mandikan dengan campuran antiseptic atau air daun sirih atau air bekas cucian beras, lalu bilas sampai bersih.
  • Setelah dimandikan, berikan kencur 2 potongan (sebesar kacang hijau), peras daun saga berikan airnya
  • Balur kaki, hidung, kulit dibawah sayap dengan potongan daging bawah merah.

 Admin          : Mbah, mengenai rawatan agar jagoan kita bunyi di lapangan lomba ?

 Mbah kakung    :

Untuk yang satu ini, nanti saja dulu, mbah sudah ngantuk Le.

 

About nugroho1705

piye kabare bro

Discussion

2 thoughts on “MERAWAT “kutut” PERJAKA

  1. mantap!!
    part II nya ditunggu masbroo,..🙂

    Posted by KungHolic | July 18, 2012, 7:15 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

daftar tulisan

%d bloggers like this: