BPKB Melody Cinta balik nama

Bukti Kepemilikan Kutut Bernama (BPKB) Melody Cinta pada hari minggu kemarin 09 September 2012 bersamaan dengan lomba di cianjur telah berganti Nama Pemilik.
Harga Balik Nama yang cukup fantastis memang pantas untuk diberikan kepada perkutut yang dapat mencapai nilai mendekati istimewa.

SEKILAS RIWAYAT MELODY CINTA (TS)
DKI dot com saat pertama dengar sekitar 3 bulan lalu merasakan aura jawara yang dimilikinya sangat tinggi, feeling untuk memperoleh perkutut calon juara ini hampir sama pada saat mendapatkan chelsea (JKM) 2005, srikandi / leyla Ali (ady) 20007, langgam symphony (nada), hikayat cinta (ujang PS), intermezo junior, norontoko, ibnu sabil dan beberapa jawara yang malang melintang di periode 2007-2010.

Feeling, ya inilah sumber kekuatan untuk kita bisa mendapatkan seekor perkutut calon jawara, dan tidak terkecoh dengan asal ternak (ring) yang menyertainya. Terutama lagi, jangan dikotori dengan perasaaan ‘sok pintar” pada saat kita mendengar atau memilihnya.

Kembali ke laptop, melody cinta berasal dari peternak sederhana di daerah pemalang, milik bung sinyo (wawan) yang baru saja dalam 2 tahun terakhir ikut meramaikan belantika perkututan tanah air. Tidak ikut-ikutan inilah strategi beternak bung yang bekerja di pelayaran TS Wildmar.
Dengan indukan jantan dari patra dan indukan betina grand lahirnya sang hattrick ini pada november menjelang akhir tahun 2011 lalu.

IRAMA, IRAMA DAN IRAMA
Di dalam beberapa artikel, DKI dot com sering mengulas tentang bagaimana pentingnya sektor irama di dalam memilih calon juara perkutut, disinilah letak keunggulan melody cinta yang saat ini BPKB nya telah dimiliki H.Azis PSM dan rekannya di cianjur.
Selamat buat TS bird farm, dan maju terus PSM dengan melody cintanya.

Jayalah perkutut tanah air, tetap bersatu di dalam NKRI :)

Waspada Ring Palsu

ring perkutut palsuDari perjalanan ke beberapa kota pada awal tahun 2012, perkutut dki dot com sempatkan singgah ke beberapa teman peternak. Di setiap farm, seperti biasa, sudah pasti ngobrol seputar hasil ternak dan indukan.
Berawal dari kebanggaan si peternak atas beberapa materi indukan yang berasal dari farm-farm ternama, sampai ke pembicaraan soal beberapa ekor perkutut yang kembali ke alamnya (alias mati).
Kemungkinan teman ini ingin menunjukan bahwa ia benar-benar pernah memiliki indukan dari peternak besar yang berasal dari import maupun dalam negeri, ditunjukkan lah ring-ring yang pernah melingkar di perkutut rest in peace  (RIP) itu.

FANTASTIS BOMBATIS
kaget, terkejut, fantastis, bombatis, begitulah kira-kira yang ada dibenak perkutut dki dot com saat melihat langsung ring-ring yang ditunjukkan teman kungMania ini.
Namun teman kungMania ini tak menunjukkan kegelisahan dan tidak berkata apa-apa mengenai ring-ring tersebut, ia tetap dengan bangganya mengatakan kalau dulu si perkutut RIP itu bersuara bagus, di carikan oleh sesama kungMania yang tersohor dan…… berharga sangat mahal, diatas 25 juta…… :(
Sampai akhir pembicaraan, perkutut dki dot com tetap tidak mengatakan itu adalah ring palsu, biarkan Sang  Maha Kuasa yang akan merangkai cerita berikutnya terhadap si kungMania ini dan si teman yang mencarikannya.

NAFSU, SERAKAH DAN AJI MUMPUNG
Begitulah kata-kata yang pas untuk diberikan pada orang-orang yang tidak menghiraukan etika bisnis, aturan alam dan hati.
Banyak kungMania yang mengatakan duit perkutut itu lezat, keuntungan tak terhingga sampai ke pernyataan yang terlalu diluar kendali  “bisnis paling enak”.
Kalau sudah seprti itu pendapat tentang “bermain” perkutut, rasanya perbuatan curang kemungkinan besar akan dihalalkan demi memenuhi reputasi sebagai wiraswasta ulung di mata tetangga dan keluarganya.
Sekedar mengingatkan, “bermain” perkutut itu adalah sebuah seni, uang akan mengikutinya.

SASARAN PENJUALAN
Dari penemuan ini, khususnya untuk ring palsu dari farm ternama / dikenal luas oleh kungMania / sedang top,  ternyata si “pelaku” ini memiliki target operasi yang dapat dipetakan sebagai berikut :

  •  Para bos-bos yang tidak pernah melihat bahkan memegang perkutut yang dibelinya dan tidak memiliki awak kandang yang berpengalaman.
  • Kalaupun para bos memiliki awak kandang yang berpengalaman, si pelaku menjadikan sang awak sebagai partner, sekali lagi ini terjadi karena duit….. yang menggoda  :)
  • sasaran berikutnya adalah pemula berkantong tebal yang ceroboh dan tergiur untuk memiliki perkutut dari hasil ternak peternak terkenal.

NON ASPEK LEGAL
Bermain perkutut  berada di area abu-abu, sebab tidak ada satupun pasal hukum yang dapat menuntut pelaku pemalsuan ring, terkecuali tertangkap basah menjual  perkutut dengan ring palsu serta memiliki tanda bukti pembelian. Tetapi walaupun memiliki tanda bukti pembelian, masih dapat dikatakan tidak cukup kuat untuk menuntut. Dulu di era tahun 2005  pernah dimunculkan ide untuk menertibakan dan melakukan administrasi terhadap nomor ring, namun ide bagus ini mentah di tengah jalan hanya karena kungMania saat itu merasa bermain perkutut hanyalah sebuah hobby, tidak perlu kaku, sangat disayangkan. Perkutut dki dot com sangat mengetahui ide ini, sebab saat itu dekat dengan pembuat ide tersebut.
Inilah pentingnya sebuah wacana :) :)

Dengan kelemahan aspek legal ini, sudah sepantasnya para kungMania sejati mengingatkan pada sesama kungMania lainnya ataupun penggemar perkutut secara umum untuk berhati hati di dalam pembelian perkutut, darimanapun asalnya.

TELITI, TELITI DAN TELITI
Hanya dengan ketelitianlah para pelaku akan jera,
Sebagai ilustrasi atas ring palsu tersebut, berikut tanda-tanda yang terlihat :
 

  1. Garis warna yang melingkar seputar ring tidak rata
  2. Huruf huruf atas nama farm tidak sejajar
  3. Ukuran ring lebih besar
  4. Nomor dan Nama farm terlihat sekali hasil ketokan manual, kasar
  5. Bahan ring yang digunakan, adalah ring tanda dengan ukuran besar

Demikian hasil investegasi perkutut dki dot com selama beberapa bulan terakhir di beberapa kota. Untuk itu kenalilah tanda-tanda ring  yang melingkar dan jangan sampai ada ring merpati di perkutut anda :) 

jayalah perkutut indoensia, tetap bersatu dalam NKRI :)

MENGAMANKAN DASI PERKUTUT

cara tali perkututMusim yang sangat ekstrim saat ini, tentunya memaksa kungMania untuk lebih menjaga kebersihan dan kesehatan perkutut jawaranya, untuk itu kondisi-kondisi yang mempengaruhi kinerja jawarapun perlu mendapatkan perhatian lebih. salah satu bentuk perhatian itu adalah  menjaga agar tali yang telah dipasang tetap dalam kondisi baik. Ini tentunya bagi jawara yang sudah dipasang dasi akibat noklak suara.

NOKLAK
Saat lomba berlangsung sering kita dengan kalimat “talinya berubah”, “kemarin engga noklak”, dari beberapa KungMania, mengenai burung perkutut jawaranya. Kalimat pendek yang isyaratkan keheranan ini tampaknya seperti biasa saja, namun bagi pelomba yang menggantungkan jawaranya untuk di pasangkan tali pada teman sesasama kungMania, berarti selesai lomba atau esok hari harus memanggil dan mendatangkan teman untuk memperbaiki tali. Tak hanya sampai disitu, setidaknya pemilik jawarapun harus memberi jasa ikat.

GAGAL, WAKTU DAN BIAYA
Dengan kejadian itu, walaupun merupakan bagian dari hobby, maka selain kegagalan dalam lomba, kungManiapun merugi dalam hal waktu serta biaya.
Belajar dari pengalaman, perkutut dki dot com ingin memberikan tips dalam hal mempertahankan kondisi suara jawara perkutut agar tetap seperti yang diinginkan, alias terbebas dari perubahan tali yang sudah pas menjadi bergeser berakibat noklak kembali.

Banyak artikel di media lain baik cetak maupun online maupun buku hobby telah banyak diulas mengenai cara memberi “dasi” pada perkutut (istilah tali yang melingkar di leher perkutut), untuk itu perkutut dki dot com hanya ingin melanjutkan “bagaimana menangani  perkutut setelah di pasang tali / dasi”.

Hampir semua kungMania memandikan, mengumbar, memindah sangkar serta memberi ekstra fooding untuk jawara perkutut yang dimiliki.

Setiap aktifitas yang tersebut, sudah pasti kita akan memegangnya, baik dalam waktu sebentar maupun lama. Untuk itu cara memegang perkutut jawara yang sudah dipasang dasi tali tersebut memerlukan perhatian ekstra terhadap posisi tubuh perkutut saat didalam cengkraman tangan dan jari-jari kita. Sebab salah di dalam cara memegang bagian tubuh tertentu, maka berakibat cukup fatal terhadap kondisi iketan (tali), baik tingkat keketatannya maupun letak benang.

Semoga artikel singkat ini bermafaat bagi penggemar perkutut tentunya, bukan penggemar ayam aduan atau merpati. :)
Jayalah perkutut indonesia, tetap bersatudi dalam naungan NKRI

Berikut gambar cara memegang perkutut yang sudah di pasang dasi :

 

 tali perkutut

Cara pegang yang dianjurkan. Kedua kaki perkutut dimasukkan diantara jari tengah dan jari manisserta tanpa menekuk kepala

 dasi perkutut Cara pegang yang dianjurkan, kedua kaki diarahkan kebelakang serta tanpa menekuk kepala
 memegang perkutut Cara pegang yang TIDAK dianjurkan, meletakkan kaki di telapak dan menekuk kepala.

Walaupun kepala tidak ditekuk, tetap cara memegang seperti ini beresiko merubah posisi dasi

 

Terapi Gurah Perkutut

gurah perkutut

Suara emas bagi perkutut jawara atau  perkutut yang kita sukai di rumah untuk di dengar adalah aset perlu dijaga, selain harga yang cukup mahal, tidaklah mudah memperoleh seekor perkutut berkualitas, secara guyonan “sampe ban gundul, dompet tipis” belum tentu kita mendapatkannya.


CARA DAN WAKTU
Berbagi pengalaman bagaimana saat perkutut dki dot com menjaga serta mengoptimalkan suara emas yang dimiliki Bintang Prasasti (tow) pada tahun 2002, Chelsea (jkm) jagoan di tahun 2004, Masterpiece (langgam Buana), Langgam Symphony (nada) (2006), leyla Ali (ady) yang sempat berganti nama menjadi busway dan srikandi, sampai periode 2007-2010 diwaktu mengusung jawara2 Hapsari bird farm seprti Ibnu Sabil (lestari), Norontoko (Haas), Putri Pembayun (mjs), Agul Agul (inter), Intermezo jr (inter), Suryo Sumirat (tp666), pasopati (tp222), melody (andalas) sampai di penghujung tahun 2010 Sugriwa (arnot), Subali (arnot), Anjani (how) dan Predator (mpl) jawara patra Jaya serta sang fenomenal Hikayat Cinta (ujang PS).

Belajar dari pengalaman, setiap jawara ternyata memilki cara dan waktu yang berbeda saat melakukan terapi gurah, seperti perlakuan untuk Intermezo Junior, jangan coba coba untuk berikan gurah di tengah putaran LPI (Liga Perkutut Indonesia), sebab selama 3 minggu si Junior ini ngambek bunyi. Demikian juga dengan yang lain, ada perbedaan cara pemberian gurah, namun prinsipnya tidak pernah dilakukan dengan jarak waktu kurang dari 1 1/2 bulan.

Mengenai cara pemberian, masing-masing perkutut juga memiliki kesenangan tersendiri untuk organ yang diteteskan cairan gurah, ada yang setelah diberikan melalui mata, dia ngambek bunyi cukup lama, tapi ada juga yang lebih suka langsung diteteskan ke hidung dengan pijitan lembut di sekitar mata ataupun melalui mulut langsung, intinya kita sendiri yang akan menemukan cara dan waktu yang tepat untuk jawara yang kita miliki.

MANFAAT GURAH
Salah satu kegunaan terapi gurah pada perkutut untuk membersihkan lendir dan kotoran di saluran nafas, kita dapat perhatikan bentuk dan warna kulit hidung, antara jawara yang sudah dilakukan terapi atau yang belum sama sekali, demikian juga dengan daya dorong nafas dari lubang hidung pada saat kita lakukan terapi “pompa angin” dengan mulut kita, dimana kita menutup salah satu hidung jawara dan lepaskan pompa yang kita berikan, mengenai pompa angin akan coba perkutut dki dot com pada artikel berikutnya.

BAGAIMANA MEMILIH BAHAN GURAH YANG AMAN
Hal yang paling utama untuk bahan pembuatan cairan gurah haruslah dari bahan herbal, jangan sekali- sekali gunakan bahan yang mengandung unsur pabrikan.
Dalam penentuan jenis tanaman yang akan dijadikan bahan pembuatan cairan gurah inipun masing-masing penghobi memiliki pilihan tersendiri, ada yang gunakan tanaman srigunggu, kipolot ataupun akar tanaman tertentu, atau campuran dari beberapa jenis tanaman.

Namun seperti yang dikatakan diatas, terpai gurah hanyalah salah satu cara untuk mempertahankan suara emas yang dimiliki perkutut jawara, sedangkan porsi terbesar dan kunci utama perawatan ada di tawngan penghobi / kungMania itu sendiri.
Demikian juga untuk Radema milik SIMA bf tangerang, “berbeda karakter dan kesukaannya” ujar Hasan sang perawat

Dan dari pengalaman, janganlah kita terkecoh dengan produk-produk farm ternama yang notabene katanya memilki dasar suara berkualitas, sebab kunci utama “bermain” perkutut adalah kejelian kita saat memilih dan merawat, sebab yang kita harapkan jangan sampai “ban gundul dompet tipis” akan tetapi “ban gundul, kepala gundul, dompet tipis pula” :) :)

Jayalah perkutut indonesia, tetap bersatu di dalam naungan NKRI :)

 

CARA MENYUSUN URUTAN PEMENANG LOMBA PERKUTUT

hasil kejuaraan

Kembali perkutut dki dot com mengulas mengenai hasil lomba, atau tepatnya cara mengetahui bagaimana tugas juri dan perumus melakukan rekapitulasi dan menyusun urutan pemenang di dalam lomba perkutut. Mengingat hal ini sangat penting, sebab Buat apa kita ikut berlomba jika kita tidak mengetahui tata cara penilaian, apapun jenis lomba yang kita ikuti.

Gambar di atas merupakan hasil kejuaraan di putaran LPI Gunung Jati cup 2012 Cirebon pada kelas dewasa junior.

Jika kita perhatikan, untuk nomor kerekan / gantangan 179 dengan nomor 241 memperoleh nilai akhir yang sama, namun mengapa pada urutan kejuaraan, nomor gantangan 241 ( juara 7 ) lebih unggul daripada nomor 179 ( juara 8 ) yang notabene mendapatkan nilai 3 warna ( 43 ½ ) terlebih dahulu pada babak pertama (satu).

Sebelumnya perlu dipahami bahwa total nilai yang digunakan disini merupakan penjumlahan antara suara depan, tengah, ujung, irama dan dasar suara yang dibuat juri pada lembaran nilai.

Berikut ilustrasi perumusan atas kedua perkutut lomba tersebut :

 

GANTANGAN

BABAK 1

BABAK 2

BABAK 3

BABAK 4

JUARA

179

43 ½

43 ¼ 43 ½ 43 ½ 8

241

43 ¼ 43 ½ 43 ½ 43 ½

7

note :   nilai 43 ½  ( atau tiga warna) dan nilai )  43 ¼  ( dua warna plus hitam) berbeda letak di babak pertama dan kedua.

Untuk selanjutnya dilakukan perbandingan unsur suara, dengan cara pengaduan pertama pada dasar suara, selanjutnya irama, ujung, tengah dan teakhir suara depan.

 

GANTANGAN

DEPAN

TENGAH

UJUNG

IRAMA

DASAR SUARA

TOTALNILAI

BABAK 1

 

 

 

 

 

 

179

9

8 ¾

8 ¾

8 ½

8 ½

43 ½

241

8 ¾

8 ¾

8. ¾

8 ½

8 ½

43 ¼

 

 

 

 

 

 

 

BABAK 2

 

 

 

 

 

 

179

9

8 ¾

8 ½

8 ½

8 ½

43 ¼

241

8 ¾

8 ¾

9

8 ½

8 ½

43 ½

 

 

 

 

 

 

 

BABAK 3

 

 

 

 

 

 

179

9

8 ¾

8 ¾

8 ½

8 ½

43 ½

241

8 ¾

8 ¾

9

8 ½

8 ½

43 ½

 

 

 

 

 

 

 

BABAK 4

 

 

 

 

 

 

179

9

8 ¾

8 ¾

8 ½

8 ½

43 ½

241

8 ¾

8 ¾

9

8 ½

8 ½

43 ½

Membandingkan / mengadu nilai / kualitas unsur bunyi 

BABAK      

DASAR SUARA

IRAMA

UJUNG

TENGAH

DEPAN

1 s/d 4

DRAW

DRAW

241 MENANG pd Babak  ke 2

   

Dengan demikian tidak ada yang salah di dalam urutan kejuaraan untuk kedua perkutut tersebut 

JIKA KONDISI NILAI BERBEDA

walaupun pada babak ke tiga untuk nomor gantangan 179 katakan mendapatkan nilai ujung 9 dan sebaliknya nomor gantangan 241 memperoleh ujung 8 ¾ , tetap hasil akhir untuk urutan kejuaraan dimenangkan oleh perkutut dengan nomor gantangan 241, karena memiliki nilai ujung yang lebih baik dalam perolehan diawal pengaduan (babak dua).

 

CONTOH   :    EMPAT WARNA DENGAN TIGA WARNA PLUS

Berikut ini contoh tidak selalu perkutut jawara dengan nilai 44 (4 warna) unggul dari perkutut dengan nilai 43 ¾  ( 3 warna plus hitam ) .

GANTANGAN

     BABAK 1    

   BABAK 2   

   BABAK 3   

    BABAK 4   

1

43 ¾

43 ¼

43

43 ½

2

43 ½

43

43 ¼

44

3

44

43

43 ¼

43 ½

4

43 ½

43 ¾

43

43 ¾

5

44

43 ½

43 ¼

43

6

44

43 ½

43 ¼

43

 

 

GANT  

2 BABAK

TERBAIK

jumlah

SEREP

 

 

1

87 ¼

 

 

 

 

2

87 ½

bbk 4 dan 1

43 ¼

bbk 3

draw

3

87 ½

bbk 1 dan 4

43 ¼

bbk 3

draw

4

87 ½

bbk 2 dan 4

43 ½

bbk 1

juara 1

5

87 ½

bbk 1 dan 2

43 ¼

bbk 3

draw

6

87 ½

bbk 1 dan 2

43 ¼

bbk 3

draw

Khusus untuk nomor gantangan 1 (satu) sudah pasti menempati urutan ke 6, karena jumlah 2 babak terbaik lebih rendah dari yang dimiliki ke 5 perkutut lainnya. Sedangkan nomor gantangan 4 setelah dilakukan perbandingan ternyata memiliki serep (beking) nilai yang lebih unggul yaitu 43 ½  . Untuk selanjutnya, perkutut dengan nomor gantangan 2, 3, 5 dan 6  karena memiliki serep yang sama yaitu 43 ¼  maka akan dilakukan “pengaduan” atau membandingkan seperti pada kasus sebelumnya ( gantangan 179 dan 241), dimana akan diadu antara dasar suara, irama, ujung, tengah dan suara depan pada tiap babaknya,dengan demikian akan diperoleh urutan juara ke 2, 3, 4, 5

Cara merekapitulasi, merumus dan mengurutkan hasil lomba seperti tersebut diatas merupakan hasil kongres P3Si tahun 2005 di Bali, sedangkan penggunaan warna pada tabelisasi merupakan kreasi dari Kesumawidjaya SH  (wiwied / maestro bf ) yang merupakan perumus nasional, dengan tujuan memudahkan (sistem sort by) di dalam penyusunan urutan kejuaraan.

Jika semua perumus di seluruh wilayah menggunakan cara yang telah diputuskan bersama pada kongres Bali tahun 2005 maka kesimpangsiuran dalam hal penilaian tidak akan terjadi, demikian juga dengan tata cara kerja juri  dan perumus di dalam membuat angka-angka di dalam kertas nilai  ditulis dengan jelas, maka  para peserta dapat melihat secara mudah urutan pemenang di dalam suatu event lomba.

Berikut aturan perumusan yang tertuang di dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/RT) P3SI pasal 25

1. Urutan kejuaraan didapat dari hasil perumusan nilai yang dilakukan oleh petugas perumus berdasarkan nilai nilai yang diberikan oleh juri, koordinator dan Dewan Juri.

2. Urutan kejuaraan ditentukan oleh :

a. Membandingkan jumlah nilai 2 (dua) babak terbaik.

b. Apabila jumlah nilai dua babak terbaik sama, maka dibandingkan nilai dari babak lainnya, selain nilai dari babak-babak yang sudah dibandingkan.

c. Apabila perbandingan nilai seperti yang dimaksud dalam ayat (2) huruf a dan b tetap menghasilkan jumlah yang sama, maka akan ditinjau perbandingan nilai dasar suara.

d. Bila masih terjadi persamaan nilai, kemudian dibandingkan nilai irama.

e. Bila masih tetap mendapatkan perbandingan nilai yang sama, kemudian berturut-turut dibandingkan nilai suara ujung dan suara tengah serta suara depan.

f. Apabila jumlah nilai dua babak terbaik sama dan jumlah nilai dari dua babak yang lainnya juga sama maka akan ditinjau burung yang mempunyai nilai tonjolan lebih tinggi dari yang lain harus dimenangkan.

 

Untuk hal ini, mari kita bersama-sama memeriksa hasil setiap babak yang diumumkan panitia di tempel di papan pengumuman hasil lomba, agar kedepan tidak lagi terjadi protes yang tidak berdasar.

Demikian juga, agar setiap kungMania tidak segan-segan bertanya ke panitia ataupun perumus pada saat ragu atas hasil yang diperoleh perkutut juara yang kita lombakan.

Dengan demikian kita harapkan tidak ada lagi istilah “kita di akali juri atau perumus” sebelum kita mengetahui duduk persoalan yang terjadi. kungMania termasuk sangat beruntung karena telah memiliki aturan yang jelas di dalam tata cara penilaian, jika terjadi kesalahan pengisian ataupun pengurutan hasil kejuaraan, itu hanya “human error” semata, terkecuali jawara perkutut kita berbunyi  5 kali berturut-turut dengan kualitas istimewa, namun tidak mendapatkan nilai yang pantas, disitulah kita dapat mengatakan kita “diakali”  juri, dan jika hal itu terjadipun kita dapat melakukan protes ke panitia sesuai aturan yang sudah ada. Gunakan lembaran protes yang  sudah kita sepakati bersama sebaik baiknya.

Jika memang kungMania memiliki pemikiran lain dalam cara penyusunan nilai serta cara mengurutkan kejuaraan atau ada keinginan untuk menggunakan sistem komputerisasi di dalam penilaian, silahkan dibuat serta diusulkan ke P3Si Pusat. Dan tentunya semua saran harus lebih baik dari kondisi saat ini.

Semoga ulasan singkat ini dapat menjadi pembelajaran kita bersama, demi kemajuan perkutut indonesia.

Jayalah perkutut indonesia, tetap bersatu dalam naungan NKRI :) :)

MERAWAT PIYIK PERKUTUT

perkutut piyikSetelah memperoleh piyik perkutut yang bagus (ganteng atau cantik gitu), bagaimanapun perawatan juga amat menentukan perjalanan nasibnya ke depan, perawatan disini adalah perawatan burung perkutut, bukan perawatan wajah atau menicure pedicure, meni pedi kata temen nun jauh disana :) . Karena itu perawatan juga menjadi sukses tidaknya seekor piyik perkutut saat dewasa kelak, tetap ganteng dengan rambut jambul atau cantik dengan rambut poni. Nah, salah dalam perawatan di usia bawah 4 (empat) bulan bisa berakibat fatal,kualitas suaranya akan rusak saat dewasa nanti.
Piyik perkutut akan mengalami ganti bulu (rontok) pertama di usia sekitar 2 (dua) bulan. Bulu baru akan sempurna setelah usianya berkisar 3 (tiga) bulan. Saat pergantian bulu itulah yang paling perlu diperhatikan dengan baik agar jangan sampai salah rawat.

MULAI RONTOK BULU
Umumnya saat piyik perkutut mulai rontok bulu, oleh pemiliknya dimasukkan ke kandang umbaran bersama dengan banyak perkutut lainnya biar menjadi “gaul” selama kurang lebih 1 (satu) bulan, tujuannya agar bisa bergerak leluasa dan bulu-bulu barunya cepat tumbuh serta tubuhnya menjadi kuat dan berfisik bagus. Baru diangakat dari kandang umbaran setelah dilihat bulu-bulu barunya mulai penuh dan sempurna.

SESEKALI PERLU DIANGKAT
Piyik perkutut selama diumbaran sesekali perlu diangkat untuk dipantau lagi bagaimana perkembangan suaranya. Setelah beberapa hari diangkat dan dimasukkan ke sangkar mahkota atau sangkar jemur, piyik tersebut kembali diumbar. Biarkan dia (dalam hal ini piyik perkutut, bukan si dia) kembali berkumpul dengan puluhan ekor perkutut lainnya (se usia) di dalam kandang umbaran. Bahkan kalau perlu sang piyik perkutut pilihan tersebut di dalam kandang umbaran sampai dia akil baliq dan mulai birahi (biasanya ditandai dengan mengejar piyik lain atau sesekali bunyi dengan tarikan suara lebih dari biasanya).
Beberapa minggu kemudian angkat lagi dari umbaran untuk dipantau kembali bagaimana kualitas suaranya. Saat usianya berkisar 3 – 3,5 bulan suara biasanya mulai pecah, ada tanda tanda perubahan dari suara piyik ke suara perkutut dewasa.

PERUBAHAN KUALITAS
Perlu diperhatikan, apakah volume suaranya ada perubahan dari kecil menjadi besar atau sebaliknya dari besar menjadi kecil (kristal),lalu perhatian dialihkan ke kedua indukan / bapak ibunya (jantan dan betina), apakah volume menurun diantara keduanya, demikian juga dengan irama dan lainnya.
Mengenai jalan suara / irama apakah tetap stabil seperti disaat usianya 2 (dua) bulan atau bertambah baik. Semisal saat piyik jalan double, apakah setelah berusia 3 – 4 bulan masih seperti itu atau malah berkurang. menjadi satu setengah bahkan engkel, demikian juga dengan irama, apakah dari senggang menjadi rapat bak kereta api dengan masinis nahan sakit perut atau sebaliknya irama menjadi senggang lelah dan empuk (daging empal kaleee).

Segala perubahan yang terjadi sebaikya dicermati, untuk memutuskan, apakah kembali dimasukan ke kandang umbaran atau tetap di sangkar mahkota untuk melihat perkembangan piyik dalam keadaan lepas dari stress (kemungkinan terjadi di saat di kandang umbaran, berinteraksi dengan sesama piyik yang galak (suka marah).

USIA EMPAT, LIMA BULAN
Di usia ini volume, irama dan lainnya dari kualitas piyik sudah dapat diraba, apakah bermasa depan cerah atau suram. Sehingga sudah dapat dijadikan patokan bagaimana setelah umur tujuh bulan ke atas. Dalam usia ini juga yang tidak aau kecil kemungkinan untuk berubah adalah irama. Di usia ini pula piyik perkutut sudah mulai untuk dilatih di tingkat latihan bersama atau untuk lebih sering dibawa keluar lingkungan rumah, bukan ke mall maksudnya.

Pendeknya setelah memasuki usia 4 (empat) atau 5 (lima) bulan yang sangat dieprhatikan adalah kestabilan, saat bunyi gacor (rajin dengan jeda waktu cukup dekat antar bunyi ke bunyi / interval istile kerennya ) itulah kita akan tahu, apakah ada gejala ngedrop atau lenjadi lebih bagus.Satu lagi yang acap kali muncul saat mulai gacor adalah “patah” (istilah untuk irama yang tidak disertai suara ujung), bukan tarian “patah-patah dangdut”.  Misalkan saat usia 3 9tiga) bulan kebawah suara ujung (kuung) sangat istimewa, ndolosr, tetapi setalah gacor pada usia jelang dewasa ini menjadi sering hilang (PP, pulang pergi  istilah kungMania).

KHUSUS SUARA UJUNG
Disarankan pada saat membeli seekor piyik perkutut perhatikan betul bagaimana suara ujungnya, sering ada tipuan, saat usia balilan (bawah lima bulan) ujung terdengar istimewa, ndolosor, maknyuss…., namun setelah dewasa ujung mulai terdengar mandek (seperti di rem mendadak), bahkan patah.

Nah dalam hal ini tidak ada satupun pakar untuk menentukan / prediksi  apakah ujung akan tetap stabil di saat dewasa kelak. namun ada patokan tersendiri untuk mengurangi kegagalan dalam hal ini, perhatikan saat mengeluarkan suara ujung, ada desis yang terlalu kuat, atau echo istilahnya. Bila itu terjadi kemungkinan besar saat dewasa ujung akan terdengar pendek. Atau dapat juga dibantu dengan memperhatikan suara tengah terakhir menjelang suara ujung, apakah ada jeda  atau langsam, jika terdapat jeda yang cukup lama dan tetap mengeluarkan suara ujung panjang, maka ini juga merupakan tipuan si piyik untuk dipinang dengan harga selangit. namun dari semuanya faktor yang sangat sangat penting adalah DENGARKAN SUARA INDUKAN SI PIYIK, baik  bapak maupun ibunya, dan sabarlah untuk mendengar di saat indukan tersebut gacor. Untuk ini, makanya jangan membeli piyik hanya mendengar di show room, lebih baik ke restoran…..

SEMUA TETAP GAMBLING 
Walau bagaimanapun, membeli dan merawat piyik tetap di dalam koridor gambling, untuk itu sangat tidak dianjurkan untuk membeli piyik dengan harga yang tidak wajar, kecuali untuk dijadikan bahan indukan kelak, sebab beternak perkutut memiliki dua unsur yang sangat dominan, gen (keturunan) dan pribadi (kualitas).

untuk itu semua tiada gading yang tak retak, tiada perkutut yang sempurna …..

jayalah perkutut indonesia, dan tidak perlu dipikirkan, karena kita tetap bersatu di dalam NKRI :) :)

HAL PENENTU GACORNYA PERKUTUT

Baik pakar ataupun penggemar perkutut rumahan pasti menginginkan klangenannya ini sering bernyanyi, mengeluarkan suara merdunya baik pagi siang maupun sore hari.
Problem perkutut tidak bernyanyi / bunyi sesuai kehendak pemiliknya kerap terjadi juga di saat lomba berlangsung,dan seringkali kita mendengar keluhan “padahal di rumah tadi gacor”.
Demikian juga masalah penggemar perkutut rumahan, acapkali saat mendengar dan membeli di peternakan maupun di pasar burung, perkutut tersebut berbunyi dengan intensitas tinggi. “udah seminggu tidak mau bunyi pak mas bro” begitu kalimat yang sering dilontarkan penggemar perkutut saat ditanya sang penjual.

Tips secara umum (khusus perkutut dewasa) :

  1. Pada saat memilih, baik di pasar burung maupun di peternakan, mintalah sangkar yang berisi perkutut yang kita sukai tersebut untuk di pindahkan, jika perlu lakukan sesering mungkin selama belum terjadi transaksi, asal tidak meminta untuk dipindahkan ke kamar tidur sang penjual.
  2. Minta ijin ke pemilik / penjual, turunkan sangkar berisi perkutut yang kita inginkan, dalam posisi sangkar terpegang dekatkan kepala kita sambil melihat2 penampilan dan kegesitannya. Jika lompatan-lompatan perkutut tersebut tidak terlihat beringas artinya perkutut tersebut memiliki mental yang baik. mental merupakan hal paling penting untuk menentukan tingkat kegacoran seekor perkutut.Apalagi disaat kita lihat perkutut tersebut mengacungkan tangannya, itu mental bertinju perkutut luar biasa. Dan yang perlu diingat jangan sekali-sekali membuka pintu sangkar pada saat itu :)
  3. Tanyakan ke peternak /pemilik / penjual, apakah perkutut yang akan kita beli itu sudah pernah ditangkarkan / diternak. Jika sudah,apakah pasangan (betina) tersebut ada disekitar show room /kios. Apabila ternyata betina / bekas pasangan ternaknya ada disekitar lokasi pembelian, maka pilihan alternatif kita harus membeli satu paket, hal ini menjaga untuk perkutut jantan yang akan kita beli tidak turun drastis tingkat birahinya (soal birahi akan dibahas dalam artikel  berikutnya, tentunya birahi perkutut, bukan birahi-birahi yang lain :)  ).
  4. Tidak kalah pentingnya, kita perhatikan atau langsung tanyakan, makanan apa saja yang biasa diberikan pada perkutut tersebut. Jika perlu saat transaksi terjadi, pada saat pulang kita meminta sedikit makanan / biji-bijian, bisa minta  1 karung atau lebih dari sang penjual.
  5. Pada poin ini, sangkar perkutut  perlu juga kita pertimbangkan untuk dibeli. Mengingat kemungkinan besar perkutut rajin berbunyi dikarenakan sudah terbiasa di dalam sangkar tersebut.
  6. Kelima hal tersebut merupakan dasar untuk menentukan kemudian hari saat sudah berada di rumah, apakah perkutut tetap rajin bernyanyi alias gacor. Kondisikan perkutut tersebut sesuai latar belakangnya, jika memang harus di dekatkan dengan betinanya, atau berada jauh. Bila pembelian terjadi di pasar / kios yang notabene berlokasi cukup ramai, tempatkan perkutut tersebut di area rumah yang sering menjadi aktifitas sehari hari, tentunya bukan di dalam kamar mandi.

Setelah ke enam hal tersebut kita penuhi,  perawatan selanjutnya sangatlah menentukan di dalam membuat kondisi perkutut tetap rajin bernyanyi.

jayalah perkutut tanah air, tetap bersatu dalam naungan NKRI  :)

MENGEREK YANG BENAR

perkutut DKI dot com

Kok tiba2 simbah ketawa kepingkel pingkel saat saya ajak nonton kututan di lapangan, padahal lomba belum berjalan.
Admin : Ada apa Mbah ?
Simbah : Lha dalah, iki lomba nasional opo latihan.
Admin : Waduh Mbah, ini pelomba2 ulung dan perawat2 hebat
Simbah : (sambil geleng2), bikin geli aja……
Admin : Ada apa to Mbah
Simbah : Wong katanya pelomba kelas nasional, kok ngereke manuk masih seperti cah cilik nimbo banyu (ngerek air).
Admin : Memangnya ada yang salah Mbah, mereka kan sudah biasa ngerek
Simbah : Biasa ngerek lain sama bisa ngerek.
Admin : Maksudnya piye Mbah
Simbah : Liat tu, sangkar muter2 seperti gangsing, apa nda stres itu kutute
Admin : Kan sudah biasa Mbah
Simbah : Weleh2, ya nda bisa, se hebat2nya mentale, burung jg ada saatnya ga suka.
Admin : Terus bagaimana Mbah,biar ga muter2 seperti gangsing?
Simbah : Iki rahasianya,


1. Lihat arah, pastikan kutut menghadap matahari
2. Perhatikan tali kerekan, lepas, lihat arah mutar tali, pasti searah jarum jam
3. Setelah sangkar siap dikerek, putar sedikit arah berlawanan dengan jarum jam
4. Tarik tali kerekan agak lebih cepat
5. Dijamin tidak muter seperti gangsing

Admin : Katanya……… simbah, coba deh :)

ARAH KEPALA KEREKAN

perkutut DKI dot com

TALI PEMBATAS PENONTON

Bila kita mengamati setiap gelaran  lomba, pasti yang sering menjadi pemicu keributan antara panitia dengan pelomba adalah no.kerekan yang didapat pelomba posisinya dipinggir dekat pinggir lapang. Situasi situasi ini kerap terjadi, dan keributan kecil sering tercipta, baik oleh pelomba yang sudah sangat kawakan maupun pemula  yg baru saja mencoba jagoannya di lapangan konkurs. :-)

 Keributan keributan kecil  seperti dikatakan di atas, mestinya dapat diminimalkan apabila jarak pembatas dengan kerekan pinggir terakhir disesuaikan dengan aturan dalam Tata Cara Lomba dalam AD/RT P3SI, dimana dicantumkan jarak tali pembatas adalah minimal 7,5 meter. Hal ini kita dapat belajar dari penyelenggaraan konkurs Nasional KLH Cup kemarin, dimana jarak pembatas dibuat 8 (delapan) meter, demikian juga dengan  jarak antara tiang benar2 disesuaikan dengan aturan yakni 3,5 meter.

 Pengaturan posisi tiang gantangan dan juga jarak pembatas penonton dengan tiang piggir ini seharusnya dapat dilaksanakan oleh setiap penyelenggara konkurs, karena sangat berdampak positif, mengingat setiap pelomba membayar tiket yang sama untuk hal kenyamanan lomba jagaoannya.

 ARAH KEPALA KEREKAN

 Hal yang janggal pada waktu lomba KLH Cup kemarin salah satunya adalah salahnya arah kepala kerekan. Semestinya arah kepala kerekan menghadap matahari, akan tetapi yg terjadi pada KLH Cup kemarin sebaliknya. hal demikian sangat berpengaruh dengan kinerja burung, karena bayangan tiang mengeai langsung para jagoan yg sedang digantang. Kejadian ini untuk menjadi pelajaran bersama, agar kemudian hari dalam pelaksanaan tidak terjadi kembali. Untuk lebih mudahnya mengingatkan kita, arah kepala kerekan selalu mengahadap ke timur.

 

Lessons learned from the contest KLH cup on 18 April 2010

 limiting distance of the contest area with spectator

When we look at each bird contest turtledove, would often be the trigger of a commotion among the participants of the contest organizer is the number of participants gained hoist pole position near the edge of the field edge. Situations of this situation often occurs, and a small noise is often created, either by the participants on a very seasoned and new fans who’ve just tried bird turtledove contest champion in the field.

 Noise disturbance as small as argued above, should be minimized if the distance barrier with the hoist edge of the rules last adjusted in Competition Procedures in the AD / RT P3SI (basic and household budget management centers throughout Indonesia bird turtledove), which included limiting the distance the string is minimum of 7.5 meters. This we can learn from the implementation of the National KLH Cup match yesterday, in which the distance barrier made 8 meters (eight) feet, as well as the distance between the poles of birds adapted to the rule that is 3.5 meters.

 Settings hoist pole position and also the distance barrier with the audience the last post was supposed to be implemented by any contest organizers, because it is very positive impact, since each participant pays the same ticket for the convenience of birds turtledove champion in the contest.

 toward the pole for the birds during the contest turtledove

 It is an odd bird at the time turtledove KLH Cup contest yesterday one of them is wrong with the direction the head pulley. Proper direction of the head pulley facing the sun, but who happen to KLH Cup yesterday on the contrary. Thus it is very influential to the performance of the birds, because the shadow of the pole directly into the highlight of the birds champ. This incident to be a lesson together, so that later on in the implementation does not happen again. For the more easy it is to remind us, always directed toward the head pulley to the east.

CARA MELIHAT “kutut” BAGUS

perkutut DKI dot com

Begitu hebatnya nenek moyang bangsa kita, selain jago mengarungi samudera luas dengan kapal pinishi nya, jago juga dalam hal memilih klangenan. Bukti otentik sudah tak perlu diceritakan lagi,dimulai dari serat dan pitutur jawa, perkutut merupakan satu peradaban hobby yang sangat panjang dan luar biasa. Hal ini bisa dilihat dari pedoman memilih perkutut yang ada di jaman Sultan Hamengku Buwono VII.

Namun dari pedoman tersebut, ada beberapa penggemar perkutut yang mengatakan bahwa patokan yang ada hanya dapat diimplementasikan kepada perkutut lokal. Namun ada juga yang begitu fanatiknya terhadap ilmu katuranggan ini, konon cerita ada pemain senior di Surakarta Jawa Tengah, sangat berani dalam bertransaksi dengan hanya memeriksa katuranggan perkutut yang dipilihnya, kabar angin sampai nilai 100 juta.

Sekedar mengulang beberapa ulasan media tentang katuranggan perkutut, berikut wejangan dari simbah Ka kuuung :)

KATA SIMBAH KAKUNG
Kalau mau dapat perkutut yang baik, harus ingat minimal 6 patokan, katanya.
Ya syukur kalau pas, kalau ndak,  nasibmu,  katanya,
patokan seperti ini, diinget inget sendiri aja, katanya lagi.
:-)

 
 

BAGIAN BENTUK
KEPALA                            BULAT LONJONG SEPERTI BUAH PINANG
PARUH                            NGEPEL SEPERTI BUAH BURAHOL (KEPEL)
MATA                            TAJAM BERCAHAYA
BADAN                            NGOTONG SEPERTI KUNCUP BUAH PISANG
KAKI                            PANJANG BERSISIK RAPIH DAN MENGKILAT
EKOR                            PANJANG DAN LANCIP

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.