MENGAMANKAN DASI PERKUTUT

cara tali perkututMusim yang sangat ekstrim saat ini, tentunya memaksa kungMania untuk lebih menjaga kebersihan dan kesehatan perkutut jawaranya, untuk itu kondisi-kondisi yang mempengaruhi kinerja jawarapun perlu mendapatkan perhatian lebih. salah satu bentuk perhatian itu adalah  menjaga agar tali yang telah dipasang tetap dalam kondisi baik. Ini tentunya bagi jawara yang sudah dipasang dasi akibat noklak suara.

NOKLAK
Saat lomba berlangsung sering kita dengan kalimat “talinya berubah”, “kemarin engga noklak”, dari beberapa KungMania, mengenai burung perkutut jawaranya. Kalimat pendek yang isyaratkan keheranan ini tampaknya seperti biasa saja, namun bagi pelomba yang menggantungkan jawaranya untuk di pasangkan tali pada teman sesasama kungMania, berarti selesai lomba atau esok hari harus memanggil dan mendatangkan teman untuk memperbaiki tali. Tak hanya sampai disitu, setidaknya pemilik jawarapun harus memberi jasa ikat.

GAGAL, WAKTU DAN BIAYA
Dengan kejadian itu, walaupun merupakan bagian dari hobby, maka selain kegagalan dalam lomba, kungManiapun merugi dalam hal waktu serta biaya.
Belajar dari pengalaman, perkutut dki dot com ingin memberikan tips dalam hal mempertahankan kondisi suara jawara perkutut agar tetap seperti yang diinginkan, alias terbebas dari perubahan tali yang sudah pas menjadi bergeser berakibat noklak kembali.

Banyak artikel di media lain baik cetak maupun online maupun buku hobby telah banyak diulas mengenai cara memberi “dasi” pada perkutut (istilah tali yang melingkar di leher perkutut), untuk itu perkutut dki dot com hanya ingin melanjutkan “bagaimana menangani  perkutut setelah di pasang tali / dasi”.

Hampir semua kungMania memandikan, mengumbar, memindah sangkar serta memberi ekstra fooding untuk jawara perkutut yang dimiliki.

Setiap aktifitas yang tersebut, sudah pasti kita akan memegangnya, baik dalam waktu sebentar maupun lama. Untuk itu cara memegang perkutut jawara yang sudah dipasang dasi tali tersebut memerlukan perhatian ekstra terhadap posisi tubuh perkutut saat didalam cengkraman tangan dan jari-jari kita. Sebab salah di dalam cara memegang bagian tubuh tertentu, maka berakibat cukup fatal terhadap kondisi iketan (tali), baik tingkat keketatannya maupun letak benang.

Semoga artikel singkat ini bermafaat bagi penggemar perkutut tentunya, bukan penggemar ayam aduan atau merpati. :)
Jayalah perkutut indonesia, tetap bersatudi dalam naungan NKRI

Berikut gambar cara memegang perkutut yang sudah di pasang dasi :

 

 tali perkutut

Cara pegang yang dianjurkan. Kedua kaki perkutut dimasukkan diantara jari tengah dan jari manisserta tanpa menekuk kepala

 dasi perkutut Cara pegang yang dianjurkan, kedua kaki diarahkan kebelakang serta tanpa menekuk kepala
 memegang perkutut Cara pegang yang TIDAK dianjurkan, meletakkan kaki di telapak dan menekuk kepala.

Walaupun kepala tidak ditekuk, tetap cara memegang seperti ini beresiko merubah posisi dasi

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: